Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa sistem ekonomi global sedang mengalami pergeseran paradigma menuju era multipolar.
Hal ini disampaikan dalam sidang pleno St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 pada Senin, 18 Juni 2026.
>>> Aplikasi Wondr by BNI Alami Gangguan Layanan Senin Siang
Menurut Putin, perubahan besar ini mereduksi dominasi ekonomi negara-negara Barat.
Sistem ekonomi global yang dikuasai negara maju dinilai kehilangan relevansi karena instrumen keuangan dan teknologi kerap menjadi alat tekanan politik.
Kondisi tersebut mendorong negara berkembang untuk membangun sistem pembayaran dan jalur perdagangan mandiri.
>>> Kanwil DJP Papabrama Blokir 36 Rekening Penunggak Pajak Rp17 Miliar
"Dunia tidak sedang mengalami siklus biasa. Yang terjadi adalah pergeseran paradigma pembangunan global itu sendiri," kata Putin.
Pusat pertumbuhan baru kini beralih ke kawasan Global South, seperti Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Latin.
>>> IHSG Anjlok ke Level 5.434 Akhir Sesi I Senin
Fenomena terdesentralisasinya kekuatan ekonomi dipicu oleh pertumbuhan populasi, penguatan infrastruktur, dan kemajuan teknologi domestik.
"Akar dari gejolak dunia saat ini terletak pada transisinya dari model vertikal dan hierarkis yang melayani kepentingan negara-negara individual, dan hanya sebagian kecil dari mereka, menuju model yang lebih kompleks, terdistribusi, dan multipolar," ujar Putin.
Negara berkembang kini tidak lagi sekadar menjadi pasar atau pemasok bahan baku mentah.
>>> Aturan Ekspor Baru Indonesia Dorong Harga Batu Bara Asia ke Level Tertinggi
Wilayah-wilayah ini mulai aktif membangun industri mandiri, menciptakan inovasi teknologi, serta memperkuat proyeksi merek lokal di pasar domestik mereka sendiri.