St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 sukses melahirkan lebih dari 30 kesepakatan kerja sama baru. Kesepakatan ini melibatkan sektor bisnis, lembaga pendidikan, dan mitra global.
Indonesia menjadi salah satu negara yang berperan aktif dalam forum internasional tersebut. Seluruh pencapaian ini diraih melalui Roscongress International Cooperation Area.
>>> NASA Umumkan Astronaut Misi Artemis III di Houston
Fasilitas itu menjadi pusat interaksi global sepanjang SPIEF 2026. Area ini tidak hanya menjadi tempat bertukar pikiran, tetapi juga mendukung pertemuan bilateral dan forum tematik.
Agenda tersebut mempertemukan mitra strategis dari Rusia, Asia, Afrika, Timur Tengah, hingga kawasan Belahan Bumi Barat.
Ketua Dewan sekaligus CEO Roscongress Foundation, Alexander Stuglev, menjelaskan bahwa area kerja sama internasional ini dipersiapkan untuk memicu hasil konkret.
"Area Kerja Sama Internasional Roscongress mencerminkan pendekatan kami terhadap kerja sama internasional secara sempurna: dialog langsung yang menghasilkan hasil nyata," ujarnya pada Selasa, 9 Juni 2026.
>>> Peringkat FIFA Timnas Indonesia Naik ke Posisi 118
Stuglev menambahkan bahwa kami telah menciptakan ekosistem yang memungkinkan pelaku bisnis Rusia berkomunikasi secara terbuka dengan mitra internasional di Paviliun E ExpoForum.
Alexander Stuglev menekankan bahwa orientasi utama SPIEF bukan sekadar memperluas jaringan relasi. Forum ini berfokus membuka peluang dagang baru, menginisiasi proyek kolaboratif, dan memperlebar jangkauan ke pasar internasional.
Aktivitas di Roscongress International Cooperation Area melibatkan berbagai mitra global berpengaruh.
Beberapa di antaranya adalah Dewan Bisnis Rusia-ASEAN, Dewan Bisnis Rusia-Thailand, TV BRICS International Media Network, dan utusan dagang dari Tanzania.
Delegasi dan pembicara berasal dari lintas benua, seperti Tiongkok, India, Kazakhstan, Kirgizstan, Tanzania, Jerman, Italia, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Afrika.
>>> Empat Tim Amankan Tiket Semifinal Piala AFF U-19 2026
Forum ini juga membahas transformasi industri, investasi, pengembangan SDM, ekonomi digital, energi, serta sinergi kawasan Eurasia dan ASEAN.
Keterlibatan Indonesia dalam SPIEF 2026 terlihat signifikan.
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hadir dan diwawancarai oleh TV BRICS di tengah forum.
Posisi Indonesia di kawasan ini semakin strategis setelah penandatanganan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) pada akhir 2025.
>>> Indonesia Ditetapkan sebagai Mitra Strategis EAEU untuk Perluas Kerja Sama Ekonomi
Perjanjian dagang bebas tersebut membuka akses lebih lebar untuk perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan wilayah Eurasia.