⌂ Beranda News AS dan Iran Sepakati Pembukaan Kembali Selat Hormuz

AS dan Iran Sepakati Pembukaan Kembali Selat Hormuz

AS dan Iran Sepakati Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Pemandangan Selat Hormuz dengan kapal tanker minyak
A A Ukuran Teks16px

Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan sementara pada 15 Juni 2026 untuk menghentikan perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Jalur air vital itu telah ditutup selama lebih dari tiga bulan.

>>> Badan Gizi Nasional Tetap Jalankan Program Makan Bergizi Gratis

Penutupan terjadi sejak akhir Februari setelah AS dan Israel memulai perang melawan Iran. Konflik ini memicu gangguan besar pada ekonomi global akibat lonjakan harga minyak dan gas.

Penandatanganan Perjanjian Formal

Perjanjian formal antara kedua belah pihak dijadwalkan akan ditandatangani pada 19 Juni 2026. Namun, detail mengenai aturan baru jalur pelayaran tersebut masih belum dipublikasikan secara rinci.

Selat Hormuz memiliki signifikansi besar bagi pasar energi dunia. Jalur ini menangani sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global.

Selat ini memiliki panjang sekitar 161 kilometer dan lebar 24 mil pada titik tersempitnya.

>>> Kesepakatan AS-Iran Buka Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Timur Tengah

Negara-negara produsen seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab sangat bergantung pada jalur ini.

Mereka menggunakan Selat Hormuz untuk mengirimkan minyak mentah dan produk petroleum menuju pasar Asia. Sejak konflik pecah, lalu lintas kapal harian merosot drastis.

Rata-rata 135 kapal per hari turun menjadi kurang dari 10 kapal per hari. Hal ini memaksa produsen memangkas sebagian besar produksi karena keterbatasan ruang penyimpanan.

Penurunan lalu lintas disebabkan oleh pembatasan ketat dan serangan berkala oleh Teheran terhadap kapal di Teluk Persia. Ini merupakan respons atas serangan militer AS dan Israel ke wilayahnya.

>>> Jerman Perluas Investasi Energi Terbarukan di Indonesia

Untuk menekan Iran, AS sempat mengeluarkan blokade terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Iran di Teluk Oman pada pertengahan April.

Teheran membalas dengan membentuk Otoritas Selat Teluk Persia pada bulan Mei.

Ketegangan semakin memuncak pada awal Juni saat pasukan AS menembaki beberapa kapal yang dituduh melanggar blokade. Sebuah kapal tanker minyak terkena tembakan yang mengakibatkan tiga pelaut India tewas.

Melalui kesepakatan damai sementara ini, kedua negara setuju menghentikan serangan.

>>> Ruben Onsu Siapkan Gugatan Hak Asuh Anak ke Pengadilan

Iran diperkirakan akan menerima keringanan sanksi minyak, disusul dengan dimulainya negosiasi selama 60 hari mengenai program nuklir Iran.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru