Pemerintah Amerika Serikat dan Iran resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) gencatan senjata permanen di Evian-les-Bains, Prancis.
Kesepakatan ini mengakhiri konflik militer yang telah berlangsung selama empat bulan terakhir.
>>> IHSG Anjlok 1,14 Persen ke 6.150 pada Sesi I, Tertekan Antisipasi BI dan MSCI
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani langsung oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Dokumen itu mencakup 14 poin utama yang bersifat berbasis kinerja bilateral.
Langkah diplomatik ini diambil untuk meredam eskalasi militer sejak akhir Februari lalu. Eskalasi tersebut sempat memicu lonjakan harga energi global akibat penutupan Selat Hormuz.
Poin Penting Kesepakatan
Melalui kesepakatan itu, kedua negara beserta sekutu sepakat menghentikan operasi militer segera di semua lini, termasuk Lebanon. Mereka juga menjamin pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya bagi kapal komersial.
>>> Iran dan AS Resmi Tandatangani Nota Kesepahaman Islamabad
Pemulihan ekonomi Iran akan didukung dana minimal US$ 300 miliar dari mitra regional.
Sementara itu, Iran berkomitmen untuk tidak memiliki senjata nuklir dan mengelola uranium di bawah pengawasan IAEA.
"Nota kesepahaman ini bersifat berbasis kinerja, di mana Iran akan mendapatkan keuntungan hanya jika mematuhi komitmen yang telah disepakati," ungkap perwakilan pemerintah AS sebagaimana dikutip BBC internasional.
>>> IHSG Ambles 1,1%, Saham CBUT dan JECC Justru Sentuh ARA
Amerika Serikat dijadwalkan mencabut sanksi ekonomi secara bertahap.
Selain itu, AS akan mulai menarik blokade laut dan pasukan militer dari sekitar wilayah Iran dalam waktu 30 hari setelah kesepakatan final dicapai.
Kedua belah pihak kini berkomitmen untuk menyelesaikan kesepakatan final dalam kurun waktu maksimal 60 hari.
>>> Kebiasaan Sepele yang Bisa Menggagalkan Manfaat Olahraga dan Makanan Sehat bagi Jantung
Kesepakatan final itu akan menjadi fondasi menuju perdamaian permanen yang disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB.