⌂ Beranda News Menkeu Purbaya Koordinasi dengan BI Stabilkan Rupiah Demi Pedagang Tahu Tempe

Menkeu Purbaya Koordinasi dengan BI Stabilkan Rupiah Demi Pedagang Tahu Tempe

Menkeu Purbaya Koordinasi dengan BI Stabilkan Rupiah Demi Pedagang Tahu Tempe
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers
A A Ukuran Teks16px

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjanji menyinkronkan kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia. Langkah ini bertujuan menstabilkan nilai tukar rupiah yang terus melemah.

Keputusan tersebut diambil setelah dirinya menerima keluhan dari para pedagang serta produsen tahu dan tempe. Keuntungan mereka tergerus akibat lonjakan biaya produksi bahan baku impor.

>>> Kemenkeu: Minat Investor terhadap SBN Tetap Terjaga Sepanjang 2026

Penurunan keuntungan para pelaku usaha itu dipicu oleh harga kedelai impor yang melonjak. Pelemahan mata uang domestik turut memperparah kondisi tersebut.

Pada penutupan perdagangan Jumat (5/6) kemarin, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat menyentuh angka Rp 18.036.

>>> Dokter Laurencia Ardi Ungkap Pentingnya Memahami Indeks Glikemik Makanan

Tekanan ekonomi ini diakui langsung oleh pihak kementerian setelah mendapatkan laporan penyesuaian harga di tingkat pedagang.

"Saya dengar penjual tempe, penjual tahu, sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor," ungkap Purbaya dalam keterangan pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2025).

Koordinasi Fiskal dan Moneter

Otoritas fiskal dan moneter kini telah menyepakati berbagai kebijakan strategis. Tujuannya mengendalikan stabilitas nilai tukar agar berdampak positif pada sektor riil.

>>> Charles Barkley Prediksi Knicks Sapu Bersih Spurs Jika Menang Gim Kedua

"Dengan nanti kebijakan lebih bagus itu, kita akan melihat rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu, tempe, dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik," jelas Purbaya.

Pemerintah menilai fundamental ekonomi domestik saat ini masih dalam kondisi sangat baik. Penguatan koordinasi dengan Bank Sentral diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan pasar dan menguatkan kembali posisi rupiah.

>>> Mahasiswa Universitas Mataram Ciptakan Nuramma, Aplikasi AI Penghafal Al-Qur'an

"Kita akan mendukung Bank Sentral memperkuat koordinasi supaya kebijakan semakin sinkron. Dampak kebijakan antara moneter dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian," pungkas Purbaya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru