Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah keras isu pengunduran dirinya dari kabinet. Ia menyebut kabar tersebut sebagai informasi palsu atau gosip belaka.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA, Jumat (5/6/2026). Ia bahkan melontarkan kelakar terkait rumor yang beredar.
>>> AHY Ajak ASEAN dan EAEU Perkuat Kolaborasi Hadapi Ketidakpastian Ekonomi
"Mundur? Saya sukanya maju.
Jadi nggak, itu gimana ya? Saya nggak tahu gosip itu darimana mulai timbul.
Itu masif disebar ke semua media kayaknya ya. Saya itu orangnya nggak suka mundur, saya sukanya maju kayak gini nih (berjalan maju) hahaha," kata Purbaya.
Purbaya mengaku telah membaca selebaran digital yang beredar luas di publik. Ia menjelaskan bahwa terdapat upaya manipulasi informasi dalam dokumen tersebut.
>>> Toyota Luncurkan Innova Crysta Terbaru di India, Harga Mulai Rp370 Jutaan
"Saya juga baca tuh selembarannya yang kertas putih itu. Itu sebagian informasinya betul, tapi sebagian juga salah.
Jadi ada orang pintar yang men-twist informasi di situ, jadi kelihatannya betul karena di setiap kertas kalimat di situ saya ikut rapatnya dengan bapak presiden, tapi sebagian di-twist," terangnya.
Menurut Purbaya, penyebaran rumor ini sengaja dilakukan oleh pihak tertentu dengan motif ekonomi. Meski demikian, ia menyatakan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas negara.
"Ya seru lah buat guncang-guncang pasar kali. Tapi enggak, kita ikut perintah bapak presiden terus.
>>> Cara Mudah Mengurus Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026
Jadi komitmennya kuat, maju terus, mundur juga maju kita hahaha," pungkas Purbaya.
Sebelumnya, kepastian mengenai posisi Bendahara Negara ini juga sempat disampaikan oleh pihak Istana Kepresidenan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meluruskan informasi yang berkembang mengenai dinamika kabinet tersebut.
Prasetyo menyatakan bahwa pemerintah sama sekali tidak memiliki agenda untuk melakukan perombakan atau pergantian posisi menteri dalam waktu dekat.
"Tidak ada rencana pergantian.
>>> OJK Panggil Pemegang Saham KoinWorks Terkait Kasus Korupsi Kredit
Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling, apa namanya, koordinasi yang erat, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi," terangnya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
