⌂ Beranda News Dokter Anak Kecam Konten Viral Tirukan Perilaku ABK

Dokter Anak Kecam Konten Viral Tirukan Perilaku ABK

Dokter Anak Kecam Konten Viral Tirukan Perilaku ABK
Ilustrasi dokter anak mengecam konten tirukan perilaku ABK
A A Ukuran Teks16px

Seorang content creator TikTok dengan akun @violettaxandrea menuai kritik pedas setelah mengunggah video yang menirukan perilaku anak berkebutuhan khusus (ABK).

Video tersebut juga disisipi promosi produk kecantikan.

>>> Bank Syariah Indonesia Bagikan Dividen Tunai Rp1,51 Triliun

Gelombang protes datang dari warganet, praktisi kesehatan anak, dan pengamat disabilitas. Mereka menilai aksi itu berisiko memperkuat stigma negatif dan melukai perasaan keluarga ABK.

Kritik Dokter Anak

Dokter spesialis anak dr. Adam Prabata menyampaikan protes keras melalui Instagram pribadinya. Ia mengaku marah karena menemukan aksi serupa di beberapa video lain milik kreator tersebut.

"MARAH BANGET!!!

Ini gak cuma di satu video, tapi ada di video-video orang ini lainnya," tulis Adam, dikutip dari Instagram @adamprabata.

Menurut Adam, video tersebut termasuk ableism, yaitu prasangka dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. "Hitungannya sudah MERENDAHKAN mereka!"

sambungnya.

Ia menegaskan bahwa menirukan kondisi ABK sebagai hiburan adalah tindakan yang tidak pantas. Normalisasi konten semacam ini dapat memperburuk stereotipe sosial dan berdampak pada psikologis penyandang disabilitas.

>>> IHSG Anjlok 2,53% pada Penutupan Sesi I, Saham Bank Besar Tertekan

"Hal-hal kaya begini yang dinormalisasi, apalagi dijadikan konten hiburan, hitungannya GAK LUCU!

Karena bisa memperkuat stigma sosial yang berdampak nyata terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan penyandang disabilitas," ungkap Adam.

Adam juga memaparkan data ilmiah. Penelitian menunjukkan penyandang disabilitas yang menyaksikan perilaku ableism rentan mengalami penurunan kepercayaan diri, gangguan kecemasan, hingga depresi.

"Penelitian lain tahun 2024 di Journal of Media Psychology meneliti mengenai humor disabilitas dan menemukan bahwa humor semacam ini justru memperkuat stereotype negatif, mengurangi empati penonton, dan menyebabkan distress emosional bagi penyandang disabilitas, meskipun pembuat konten mengklaim 'hanya bercanda'," jelasnya.

Adam berharap para pembuat konten tidak lagi memproduksi materi hiburan yang mengeksploitasi keterbatasan fisik atau mental. "Cukup marah-marahnya.

Semoga tidak ada lagi humor-humor seperti ini!" katanya.

>>> AS Terapkan Tarif Tambahan 10 Persen untuk Indonesia

Permintaan Maaf Kreator

Setelah mendapat banyak kritik, pemilik akun @violettaxandrea mengunggah video klarifikasi dan permohonan maaf di TikTok pada Kamis (4/6/26).

Ia menyatakan penyesalan dan berjanji tidak mengulangi perbuatan serupa.

"Izinkan aku untuk membuat klarifikasi ulang ya.

Aku meminta maaf atas sikap aku yang tidak bijak dalam pembuatan konten, sehingga banyak menyinggung pihak-pihak disabilitas dan anak-anak berkebutuhan khusus.

Aku memohon maaf dan aku sangat menyesal atas semua yang telah aku lakukan, dan aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa beberapa video lama masih terpasang karena ikatan kontrak komersial dengan merek kecantikan yang tidak bisa diputus sepihak.

"Mohon maaf jika beberapa VT (video) yang masih ada dikarenakan kontak kerja sama dengan brand yang tidak bisa aku hapus sepihak.

>>> Aktor James Handy Meninggal Dunia Akibat Luka Tusuk di Los Angeles

Mohon maaf sekali lagi yang sebesar-besarnya," tambahnya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru