Dokter spesialis anak dr Meta Hanindita, SpA meluruskan kesalahpahaman masyarakat di media sosial mengenai istilah pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) sebelum bayi berusia 6 bulan.
Perdebatan mengenai pemberian MPASI lebih awal tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet.
>>> Donald Trump Tawarkan Diri Tampil di Washington Usai Pembatalan Seniman
Penjelasan mengenai definisi yang keliru ini disampaikan langsung oleh dr Meta untuk mengedukasi para orang tua.
Definisi MPASI Dini
"MPASI dini itu definisinya adalah MPASI yang diberikan di usia kurang dari 4 bulan.
Kalau dikasih pas usia 4 bulan teng ya namanya bukan MPASI dini," jelas dr Meta melalui unggahannya di Thread.
Perbedaan anjuran usia pemberian makan pendamping ini dipengaruhi oleh standar geografis.
Sejumlah negara Eropa memulai dari usia 4 bulan, sedangkan Indonesia mengikuti rekomendasi WHO untuk memberikan ASI eksklusif hingga 6 bulan.
>>> Brian Uriarte Menangi Balapan Sengit Moto3 Italia 2026 di Mugello
Faktor lingkungan, higienitas, serta status ekonomi sosial menjadi alasan utama mengapa kebijakan setiap negara berbeda terkait batas usia minimal pemberian makanan tersebut.
"Di negara maju, sumber air bersih mudah, status ekonomi dan sosial berbeda, hygiene juga berbeda," ujarnya.
Penerapan standar negara maju secara sembarangan di Indonesia dikhawatirkan dapat memicu gangguan kesehatan serius pada bayi akibat belum meratanya akses air bersih dan sanitasi.
"Sumber air belum tentu bersih, hygiene yang kurang malah bisa meningkatkan risiko infeksi pada bayi yang tentu masih rentan.
MPASI yang kurang bergizi juga justru bisa menyebabkan malnutrisi," jelasnya.
>>> Musisi Tsaqib Resmi Nikahi Adhisty Zara, Umumkan Kehamilan
Meskipun anjuran umum di Indonesia menetapkan batas usia 6 bulan, intervensi pemberian makanan pendamping sebelum usia tersebut tetap dimungkinkan secara medis melalui pemeriksaan ketat.
Pemberian instruksi dari tenaga medis untuk memberikan makanan pendamping setelah usia 4 bulan dan sebelum usia 6 bulan dikategorikan sebagai tindakan intervensi, bukan MPASI dini.
"Bisa saja dokter mengadviskan MPASI sebelum 6 bulan, sesudah 4 bulan. Sekali lagi, itu bukan MPASI dini," tegasnya.
Penilaian klinis dari dokter spesialis anak mutlak diperlukan, terutama ketika pertumbuhan berat badan bayi mengalami perlambatan signifikan atau dijumpai kondisi medis khusus.
"Selama ada indikasi, sudah dievaluasi tanda kesiapan makan, dan atas advis dokter," ujarnya.
>>> Brian Uriarte Juarai Moto3 Italia 2026 di Mugello, Veda Ega Pratama Kedelapan
Masyarakat, khususnya orang tua, diimbau agar selalu melakukan konsultasi medis secara langsung kepada dokter anak daripada hanya bersandar pada informasi yang tersebar di media sosial.