Sebanyak 112.058 peserta dari kelompok perempuan dan penyandang disabilitas menerima pelatihan kecerdasan artifisial (AI) melalui Program EQUAL.
Kegiatan ini digelar di berbagai wilayah Indonesia pada Sabtu (30/5/2026).
>>> Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal di Puskás Aréna
Inisiatif tersebut dirancang untuk memperkuat ekosistem AI nasional yang inklusif. Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir, menjelaskan keterlibatan berbagai mitra strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi.
"Melalui kolaborasi dengan mitra seperti Alunjiva, kami mendorong pemanfaatan teknologi seperti Microsoft Copilot untuk membantu lebih banyak masyarakat, termasuk perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas," kata Dharma.
Program EQUAL merupakan bagian dari gerakan elevAIte Indonesia yang diinisiasi Microsoft bersama Kementerian Komunikasi dan Digital sejak 2024.
Tujuannya membekali satu juta talenta digital.
>>> Pemerintah Tetapkan Dua Hari Libur Nasional pada Juni 2026
Secara rinci, program ini telah melatih 66.574 peserta penyandang disabilitas serta 45.484 perempuan dan pemuda di tanah air.
Alunjiva Indonesia turut berperan sebagai mitra pemberdayaan yang memfasilitasi materi pembelajaran ramah disabilitas.
Pendiri Alunjiva Indonesia, Nicky Clara, menegaskan pentingnya metode pendekatan komunitas agar ekosistem pembelajaran teknologi baru ini berkelanjutan.
"Bagi banyak kelompok rentan dan penyandang disabilitas, akses terhadap teknologi masih menjadi tantangan," ujarnya.
Kolaborasi jangka panjang ini juga diarahkan untuk memperluas aksesibilitas dan kemitraan digital di masa depan.
>>> Dodgers Hadapi Phillies di Dodger Stadium, Target Hentikan Rekor Wheeler
"Kami ingin memastikan bahwa AI tidak hanya dipahami sebagai teknologi masa depan, tetapi juga menjadi alat pemberdayaan," tambah Nicky.
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, memandang penguasaan keahlian baru ini mampu membuka jalan bagi kemajuan ekonomi pelaku usaha kecil dan kelompok disabilitas.
"Di era digital, inklusivitas bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan," ujarnya.
Sejak gelombang pertama hingga 30 Juni 2025, keseluruhan program ini tercatat telah menjangkau 211.377 peserta secara nasional.
>>> Pemerintah Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tidak Naik
Agenda teranyar di wilayah Jabodetabek turut melibatkan lebih dari 350 peserta disabilitas dan membahas regulasi AI inklusif.