Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan format baru dengan 48 tim, tetapi juga menekankan keselamatan pemain melalui kebijakan sesi jeda minum atau hydration break di tengah pertandingan.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi cuaca panas ekstrem di kota-kota tuan rumah di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
>>> MDRT Indonesia Gelar Forum Agen Asuransi di Jakarta pada Juli 2026
Kebijakan tersebut menegaskan bahwa pemenuhan cairan tubuh sangat penting untuk mempertahankan performa selama 90 menit.
Bagi penonton, jeda babak pertama mungkin tampak biasa. Namun, bagi tim medis, 15 menit tersebut menjadi momen strategis memulihkan energi dan cairan yang hilang.
Pentingnya Hidrasi bagi Atlet
Direktur Sports Performance and Nutrition Education Herbalife, Dr. Krissy Ladner, menjelaskan bahwa berkurangnya cairan tubuh langsung memengaruhi kapasitas fisik dan mental atlet.
"Atlet bisa kehilangan satu hingga tiga liter keringat per jam.
Kehilangan cairan dua persen dari berat badan sudah cukup menurunkan performa, seperti kecepatan sprint, kemampuan menggiring bola, waktu reaksi, dan meningkatkan rasa lelah," ujar Dr. Ladner.
>>> Pertamina Patra Niaga Perluas Distribusi Pertamax Green 95 di 180 SPBU
Keringat tidak hanya mengandung air, tetapi juga mineral penting seperti natrium, klorida, kalium, magnesium, dan kalsium. Elektrolit ini mendukung kontraksi otot, performa saraf, dan stabilitas jantung.
Kekurangannya bisa memicu kram, sakit kepala, pusing, dan penurunan respons tubuh.
Konsumsi air putih saja tidak cukup untuk olahraga intensitas tinggi lebih dari satu jam. "Air menggantikan volume cairan, tetapi tidak menggantikan natrium.
Natrium membantu mempertahankan cairan di dalam tubuh dan penyerapannya ke sel," jelasnya.
Minuman olahraga yang mengandung elektrolit dan karbohidrat menjadi pilihan utama atlet untuk menjaga konsistensi permainan.
>>> Kenaikan BI Rate Berpotensi Picu Kredit Macet Properti
Skema Pemulihan Cairan Saat Jeda
Dr. Ladner menerapkan tiga komponen utama dalam pemulihan cairan saat jeda pertandingan.
- Karbohidrat: 30-60 gram karbohidrat sederhana seperti pisang, minuman olahraga, gel karbohidrat, atau energy chews untuk mengisi glikogen dan menjaga fokus.
- Elektrolit: Fokus pada natrium yang mengikat cairan, serta kalium dan magnesium untuk saraf dan otot.
- Volume Cairan: 350-700 ml cairan selama jeda babak pertama, dan 120-240 ml setiap 15 menit selama pertandingan.
Relevansi untuk Olahraga Rekreasional
Prinsip ini tidak hanya untuk pemain profesional, tetapi juga bagi masyarakat yang bersepeda, berlari, atau bermain futsal.
"Jika beraktivitas lebih dari 60 menit atau berkeringat banyak, air putih mungkin tidak cukup. Tubuh butuh natrium dan karbohidrat," kata Dr. Ladner.
Dua indikator mudah untuk memantau hidrasi: timbang berat badan sebelum dan sesudah olahraga (penurunan ≥2% menandakan dehidrasi), dan periksa warna urine (kuning terang menandakan hidrasi optimal, gelap menandakan perlu cairan).
Aturan hydration break di Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa manajemen hidrasi kini menjadi strategi vital pertandingan.
"Jadi, saat peluit jeda berbunyi, anggaplah itu momen ketika hasil babak kedua mulai ditentukan, seteguk demi seteguk," tutup Dr. Ladner.