Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, memamerkan fasilitas produksi bahan nuklir baru yang disebut sebagai langkah krusial untuk memperluas persenjataan nuklir negara tersebut pada Rabu (3/6).
Langkah ini dilakukan di tengah laporan rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Pyongyang dalam beberapa minggu mendatang, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan pada Kamis (4/6) bahwa fasilitas yang diinspeksi oleh Kim Jong Un merupakan pabrik pengayaan uranium yang berlokasi di dalam kompleks nuklir utama Yongbyon.
Peningkatan Kapasitas Produksi Nuklir
Menurut laporan KCNA, Kim Jong Un menyatakan bahwa kapasitas produksi bahan nuklir kelas senjata Korea Utara telah mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Pemerintah Pyongyang juga memperkenalkan pedoman tindakan baru untuk mempercepat penguatan kualitas serta kuantitas kekuatan nuklir negara tersebut.
Kondisi ini memicu kekhawatiran internasional mengenai percepatan aktivitas militer Korea Utara di berbagai fasilitas nuklir utama mereka.
"Dengan ambisi nuklir Iran yang secara efektif berhasil ditekan, Korea Utara tampaknya bertekad menegaskan bahwa mereka sudah merupakan negara yang secara de facto memiliki senjata nuklir," kata Yang Moo-jin, profesor di University of North Korean Studies di Seoul.