Sebuah studi terbaru dalam jurnal Pediatrics mengungkapkan risiko kesehatan yang mengintai remaja yang memiliki smartphone sejak usia dini.
Penelitian ini melibatkan lebih dari 10.600 remaja dari Adolescent Brain Cognitive Development Study.
>>> IHSG Jatuh 4,78 Persen, Jadi Pelemahan Terdalam di Dunia
Data menunjukkan bahwa kepemilikan gadget di kalangan anak-anak sudah sangat tinggi.
Sebanyak 64% anak tercatat sudah memiliki smartphone pada usia 12 tahun, dan angka itu melonjak menjadi 89% pada usia 14 tahun.
Usia median anak saat pertama kali mendapatkan ponsel pintar adalah 11 tahun.
Anak usia 8 hingga 12 tahun rata-rata menghabiskan lebih dari lima jam setiap hari untuk screen time.
>>> IHSG Anjlok 32 Persen Sepanjang 2026, Tekanan Jual Masif di Bursa Efek Indonesia
Hal ini menandakan bahwa gadget telah menjadi bagian besar dari kehidupan anak sejak sekolah dasar.
Dampak pada Kesehatan Mental dan Fisik
Para peneliti membandingkan kondisi kesehatan anak usia 12 tahun yang sudah memiliki smartphone dengan yang belum.
Hasilnya, anak yang sudah memiliki smartphone memiliki kemungkinan 30% lebih tinggi menunjukkan gejala depresi. Tekanan digital, paparan media sosial, dan durasi layar yang lama diduga memengaruhi emosi mereka.
>>> IHSG Anjlok ke 5.864, Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Selain itu, risiko obesitas juga meningkat pada pemilik gadget.
Mereka memiliki risiko 40% lebih besar mengalami obesitas akibat berkurangnya aktivitas fisik karena terlalu lama duduk bermain ponsel.
Kualitas tidur anak juga memburuk. Pemilik smartphone 60% lebih mungkin mengalami kurang tidur karena kebiasaan scrolling atau menggunakan ponsel sebelum tidur.
Studi ini menekankan bahwa semakin muda usia anak saat memegang smartphone, semakin besar risiko gangguan kesehatan tersebut muncul pada usia 12 tahun.
>>> Harga BBM Pertamina 4 Juni 2026 Belum Berubah, Simak Rincian Tarif Terbaru
Batasan yang sehat dan pengawasan ketat menjadi penting dalam masa pertumbuhan anak.