Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kejatuhan signifikan pada perdagangan Kamis pagi.
Berdasarkan data Bloomberg Technoz, IHSG merosot 4,78 persen ke posisi 5.657 pada pukul 09:40 WIB.
>>> Raffi Ahmad Jalani Operasi Angkat Lipoma di Bahu
Aktivitas perdagangan di bursa sangat ramai, didominasi aksi jual.
Nilai transaksi tercatat Rp5,91 triliun dengan volume 10,75 miliar saham dan frekuensi 681 ribu kali transaksi.
Tekanan dari Rupiah yang Terpuruk
Pelemahan IHSG dipicu oleh nilai tukar rupiah yang kembali terperosok ke level terlemah sepanjang sejarah.
Rupiah melemah 0,45 persen di pasar spot hingga menembus Rp18.030 per dolar AS.
>>> IHSG dan Rupiah Terpuruk di Tengah Defisit Neraca Pembayaran
Jika pelemahan berlanjut, level support berikutnya di Rp18.100 per dolar AS, dan level paling pesimistis di Rp18.200.
Sepanjang tahun ini, rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia, terdepresiasi 7,44 persen.
Sektor barang baku, infrastruktur, dan energi menjadi penekan utama, masing-masing turun 8,68 persen, 6,54 persen, dan 5,99 persen.
Sektor perindustrian turun 5,12 persen, dan properti melemah 4,99 persen.
Penurunan tajam ini membuat IHSG menempati posisi indeks saham dengan pelemahan terdalam di dunia, berdasarkan data Worst Performing Index.
>>> Harga Emas Antam 4 Juni 2026 Anjlok Rp 15.000 Per Gram
IHSG memimpin zona merah di antara bursa global lainnya.
Bursa dunia yang ikut melemah antara lain Swiss Market Index (-2,39 persen), Brazil Ibovespa (-2,33 persen), Nikkei 225 Jepang (-1,91 persen), S&P Merval Argentina (-1,86 persen), BIST 30 Turki (-1,86 persen), S&P/ASX 200 Australia (-1,44 persen), NGX All Shr Nigeria (-1,44 persen), dan Topix Jepang (-1,41 persen).
Sejak awal tahun, IHSG telah membukukan akumulasi penurunan mencapai 34,19 persen. Pelaku pasar kini mengamati kapasitas Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi.
Di sisi global, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik menjadi 4,49 persen, memicu keluarnya aliran modal asing dari pasar negara berkembang.
>>> Indeks Dolar AS Menguat di Tengah Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran
Moody's Ratings memberikan peringkat kredit Baa2 kepada PT Danantara Investment Management, namun pasar juga dibayangi rumor penurunan rating Indonesia oleh S&P Global.