⌂ Beranda News BI Intervensi Pasar Valas, Rupiah Mendekati Rp18.000 per Dolar AS

BI Intervensi Pasar Valas, Rupiah Mendekati Rp18.000 per Dolar AS

BI Intervensi Pasar Valas, Rupiah Mendekati Rp18.000 per Dolar AS
Bank Indonesia intervensi pasar valas untuk jaga stabilitas rupiah
A A Ukuran Teks16px

Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi di pasar valuta asing pada Rabu (3/6/2026) untuk menahan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Nilai tukar rupiah tercatat mendekati level Rp18.000 per dolar AS.

>>> Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Penipuan Umrah Hanania Group

Data Bloomberg menunjukkan dolar AS menguat 0,68 persen ke Rp17.960 pada perdagangan siang, setelah sebelumnya ditutup di Rp17.839 pada Selasa (2/6).

Langkah Intervensi BI

Intervensi dilakukan dengan mengoptimalkan instrumen kebijakan keuangan domestik. Otoritas moneter berkomitmen hadir di pasar untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional.

>>> IHSG Anjlok 5,65 Persen, Jadi Pelemahan Terdalam di Dunia

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyatakan bahwa pemantauan terhadap dinamika pasar keuangan global dan domestik akan terus dilakukan secara intensif.

"BI terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas guna turut mendukung stabilitas pasar keuangan," ujar Denny dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).

Sebagai bagian dari strategi pembatasan, BI memberlakukan batasan tunai beli valas terhadap rupiah tanpa underlying sebesar US$25.000 per pelaku per bulan sejak 2 Juni 2026.

>>> Kelebihan Gula Picu Hiperglikemia dan Beragam Gangguan Kesehatan

Selain itu, perluasan kerja sama Local Currency Transaction (LCT) terus didorong bersama Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Denny menambahkan bahwa upaya menjaga stabilitas mata uang tidak dapat dilakukan sepihak. Penguatan ketahanan eksternal memerlukan keterlibatan aktif dari berbagai sektor ekonomi makro.

>>> Mantan ART Erin Beberkan Kronologi Kabur Lewat Pagar Rumah

"Untuk itu, BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dunia usaha dan pelaku pasar guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar secara baik serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional," tegas Denny.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru