⌂ Beranda News DPR Terima Kabar Rencana Merger KAI dan INKA Rampung November 2026

DPR Terima Kabar Rencana Merger KAI dan INKA Rampung November 2026

DPR Terima Kabar Rencana Merger KAI dan INKA Rampung November 2026
Ilustrasi merger KAI dan INKA
A A Ukuran Teks16px

Komisi VI DPR RI menerima kabar terbaru mengenai rencana penggabungan usaha antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.

Proses integrasi ini ditargetkan selesai pada November 2026.

>>> Risiko Kehamilan Usia 35 Tahun ke Atas dan Cara Menjaganya

Informasi tersebut diungkapkan Anggota Komisi VI DPR Rizal Bawazier dalam rapat bersama kedua BUMN di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Rizal menjelaskan bahwa DPR telah menerima surat dari RKAP Badan Pengaturan BUMN yang memuat rencana penggabungan tersebut.

"Di sini ada surat dari BP BUMN, di mana ada rencana integrasi KAI sama INKA.

Ini sangat bagus, dan rencana mulai akan ada penekanan akuisisi KAI-INKA di November 2026 di RKAP-nya," ujar Rizal.

>>> SKK Migas: Realisasi Lifting Minyak Capai 491.300 BPH per Mei 2026

Anggota Komisi VI lainnya, Nashim Khan, memberikan catatan agar proses integrasi dipersiapkan dengan matang.

Kedua BUMN di sektor transportasi dan manufaktur kereta itu diharapkan dapat menentukan arah bisnis masa depan secara maksimal dan saling menguntungkan.

"Seandainya, ini ada operator dan manufaktur. Otomatis ini harus sinergitas, integrasi jalan.

Bukan berarti nanti mematikan manufaktur sendiri," kata Nashim Khan.

>>> Kapitalisasi Pasar Bursa RI Anjlok Rp6.282 Triliun Sejak Januari

Ia menambahkan, "Jadi kalau mau holding nanti harus diskusi masing-masing bidang. Jangan sampai KAI dan INKA juga bisa berbuat.

Jadi INKA bisa kembangkan yang diharapkan KAI ke depan. Integrasi ini perlu dipikirkan jangan sampai merugikan masing-masing."

Wacana Merger Sejak 2024

Wacana merger kedua BUMN ini sudah terdengar sejak akhir tahun 2024, tepatnya pada masa kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir.

Langkah penggabungan ini berjalan beriringan dengan rencana merger BUMN di sektor lain sebagai bagian dari program perampingan dan efisiensi perusahaan pelat merah.

>>> STT GDC Perluas Pendanaan Rp8,8 Triliun untuk Pusat Data Jakarta Campus

"Salah satunya ya bagaimana INKA dan KAI menjadi satu payung," ujar Erick Thohir kepada wartawan pada Desember 2024 lalu.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru