⌂ Beranda News Risiko Kehamilan Usia 35 Tahun ke Atas dan Cara Menjaganya

Risiko Kehamilan Usia 35 Tahun ke Atas dan Cara Menjaganya

Risiko Kehamilan Usia 35 Tahun ke Atas dan Cara Menjaganya
Ibu hamil usia 35 tahun berkonsultasi dengan dokter kandungan
A A Ukuran Teks16px

Kehamilan pada usia 35 tahun atau lebih dikenal sebagai kehamilan geriatri atau advanced maternal age (AMA).

Fenomena ini semakin umum karena banyak perempuan menunda kehamilan demi kesiapan finansial, karier, dan kematangan emosional.

>>> Kapitalisasi Pasar Bursa RI Anjlok Rp6.282 Triliun Sejak Januari

Meski banyak ibu berhasil melewati proses ini dengan sehat, kondisi fisik pada usia tersebut memerlukan kewaspadaan ekstra.

Riset dalam jurnal Obstetrics & Gynecology menunjukkan peningkatan risiko komplikasi seiring bertambahnya usia ibu.

Penurunan kualitas sel telur dan perubahan kondisi kesehatan tubuh menjadi pemicu utama.

Namun, pemantauan berkala dan pola hidup sehat terbukti efektif membantu ibu usia matang melahirkan bayi yang sehat.

Tantangan Medis yang Perlu Diwaspadai

Penurunan fungsi reproduksi menjadi tantangan pertama.

American College of Obstetricians and Gynecologists mencatat tingkat kesuburan perempuan mulai menurun pada awal usia 30-an dan merosot lebih cepat setelah 35 tahun, sehingga meningkatkan risiko sulit hamil.

>>> STT GDC Perluas Pendanaan Rp8,8 Triliun untuk Pusat Data Jakarta Campus

Potensi keguguran juga lebih tinggi pada kelompok usia ini.

Jurnal Human Reproduction mengaitkannya dengan meningkatnya peluang kelainan kromosom pada janin dibandingkan ibu yang hamil di usia 20-an.

Gangguan metabolisme seperti diabetes gestasional rentan menyerang ibu hamil usia matang.

Jika kadar gula darah tidak terkendali, dampaknya bisa memicu kelahiran prematur, ukuran bayi terlalu besar, hingga komplikasi persalinan.

Masalah kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi dan preeklamsia juga mengintai. Preeklamsia ditandai dengan sakit kepala berat, pembengkakan tubuh, gangguan penglihatan, dan lonjakan tekanan darah.

>>> AS Usulkan Bea Masuk Baru 10-12,5% untuk Barang Impor dari Indonesia

Centers for Disease Control and Prevention menyoroti peningkatan risiko kelainan genetik, termasuk down syndrome, pada bayi dari ibu di atas 35 tahun.

Kondisi ini juga sering meningkatkan angka persalinan caesar.

Langkah Antisipasi dan Perawatan Prenatal

Kehamilan di usia matang tidak selalu berbahaya. Nebraska Medicine menyatakan sebagian besar ibu dengan kehamilan geriatri berpeluang besar menjalani persalinan normal dan sehat.

Kunci keberhasilan terletak pada kesiapan kesehatan sebelum hamil, gaya hidup sehat, dan pengawasan medis ketat. Dokter biasanya merekomendasikan pemeriksaan tambahan seperti skrining genetik atau USG khusus.

Menjaga kebugaran bisa dimulai dengan nutrisi seimbang kaya protein, zat besi, asam folat, kalsium, dan omega-3.

Ibu hamil juga disarankan tetap aktif dengan olahraga ringan seperti jalan kaki, berenang, atau yoga kehamilan.

>>> Telkom Metra Lepas Seluruh Saham AdMedika Group ke Fullerton Health

Faktor eksternal seperti obesitas, diabetes, hipertensi, dan merokok dapat memperburuk risiko. Pengelolaan stres, istirahat cukup, dan pemeriksaan rutin menjadi proteksi terbaik bagi ibu dan janin.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru