⌂ Beranda News Kapitalisasi Pasar Bursa RI Anjlok Rp6.282 Triliun Sejak Januari
News

Kapitalisasi Pasar Bursa RI Anjlok Rp6.282 Triliun Sejak Januari

Grafik penurunan IHSG dan kapitalisasi pasar bursa Indonesia
Grafik penurunan IHSG dan kapitalisasi pasar bursa Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk ke level 5.889,48 pada penutupan sesi pertama perdagangan Rabu (3/6/2026).

Penurunan tajam ini membuat kapitalisasi pasar bursa saham Indonesia menguap Rp6.282 triliun jika dihitung dari puncaknya pada Januari lalu.

Posisi indeks saat ini menunjukkan kemerosotan dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.195,43.

Penurunan tersebut merontokkan valuasi emiten berkapitalisasi besar akibat aksi jual masif pelaku pasar.

Sepuluh emiten terbesar di Bursa Efek Indonesia kehilangan valuasi agregat Rp157,22 triliun atau 3,93 persen.

Valuasi mereka turun dari Rp3.997,27 triliun menjadi Rp3.840,05 triliun pada akhir sesi pertama.

Tiga faktor utama memicu guncangan psikologis investor pada perdagangan hari ini.

Katalis pertama berasal dari rumor pasar terkait laporan pemeringkatan S&P Global Ratings bulan Juni yang dispekulasikan negatif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Sentimen kedua datang dari Moody's yang menurunkan peringkat Danantara Investment Management menjadi Baa2 dengan outlook negatif.

Faktor ketiga adalah depresiasi Rupiah terhadap Dolar AS yang menembus Rp17.930 pada pukul 12.00 WIB.

Kondisi kurs ini memicu kekhawatiran kerugian modal ganda bagi investor asing.

Kejatuhan IHSG ke level 5.889,48 menandai rekor terendah baru dalam lima tahun terakhir.

Posisi indeks mendekati titik terendah 31 Mei 2021 di level 5.860,54, kembali ke level era pandemi COVID-19.

Penurunan Valuasi Emiten Terbesar

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): turun Rp42,06 triliun
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): turun Rp32,10 triliun
  • PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA): turun Rp27,47 triliun
  • PT DCI Indonesia Tbk (DCII): naik Rp10,72 triliun
📰 Update Terbaru