Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai impor Indonesia pada April 2026 mencapai US$ 25,21 miliar.
Angka ini naik 22,49 persen dibandingkan April 2025 yang tercatat sebesar US$ 20,59 miliar.
>>> Asing Borong Saham TPIA Rp 114,7 Miliar di Tengah Net Sell Rp 354,2 Miliar
Kenaikan tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Selasa (2/6/2026).
Kinerja Impor Migas dan Nonmigas
Impor migas pada April 2026 mencapai US$ 4,6 miliar.
Nilai itu melesat 82,52 persen dari US$ 2,52 miliar pada April 2025.
Sementara itu, impor nonmigas tercatat sebesar US$ 20,62 miliar.
>>> IHSG Melesat ke Level 6.218 pada Sesi I Perdagangan 2 Juni 2026
Angka tersebut tumbuh 14,11 persen dari capaian April 2025 yang sebesar US$ 18,07 miliar.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan peningkatan nilai impor secara tahunan didorong oleh kenaikan impor nonmigas.
Impor nonmigas memberikan andil kenaikan sebesar 12,39 persen.
Klasifikasi Penggunaan Barang
BPS juga merinci impor berdasarkan tiga kategori penggunaan barang.
Barang konsumsi tercatat US$ 2,43 miliar, naik 42,9 persen.
>>> BRIN Minta Maaf Usai Unggah Garuda AI pada Hari Lahir Pancasila
Bahan baku atau penolong mencapai US$ 18,65 miliar, tumbuh 24,56 persen.
Barang modal senilai US$ 4,13 miliar, meningkat 5,64 persen.
Pudji menambahkan, peningkatan nilai impor tahunan utamanya didorong oleh impor bahan baku atau penolong.
Sektor ini naik 24,56 persen dengan andil peningkatan sebesar 17,86 persen.
>>> BTN Perkuat Ekosistem Perbankan untuk Genjot Dana Murah
Akselerasi impor bahan baku, penolong, dan barang modal menjadi indikator penguatan aktivitas serta ekspansi kapasitas produksi sektor manufaktur dalam negeri.