⌂ Beranda News BRIN Minta Maaf Usai Unggah Garuda AI pada Hari Lahir Pancasila

BRIN Minta Maaf Usai Unggah Garuda AI pada Hari Lahir Pancasila

BRIN Minta Maaf Usai Unggah Garuda AI pada Hari Lahir Pancasila
Logo BRIN dengan lambang Garuda Pancasila
A A Ukuran Teks16px

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan permohonan maaf terbuka setelah mengunggah konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang menampilkan lambang Garuda hasil kecerdasan buatan (AI).

Kesalahan terletak pada detail visual burung Garuda yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan resmi lambang negara.

>>> Apple Siapkan Fitur URL Filters di iOS 26 untuk Saring Koneksi Sistem

Pihak lembaga langsung menghapus unggahan tersebut dari seluruh media sosial resmi, termasuk akun Instagram @brin_indonesia.

BRIN kemudian menyematkan pernyataan resmi melalui kolom komentar untuk mengakui kekeliruan dalam proses pembuatan konten.

"PERMOHONAN MAAF.

BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan," tulis BRIN.

Penghapusan konten ini diikuti dengan komitmen institusi untuk memperketat pengawasan publikasi di masa mendatang.

"Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang," sambungnya.

Manajemen lembaga riset yang berdiri sejak 2019 ini memastikan langkah koreksi internal telah berjalan sepenuhnya.

>>> Pelanggan PAM Jaya Keluhkan Lonjakan Tagihan Air Tak Wajar

"Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki.

Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN," tegas lembaga tersebut.

Kendati permintaan maaf telah disampaikan, kolom komentar pada unggahan terbaru BRIN tetap dipadati ribuan reaksi dari masyarakat yang mengekspresikan kekecewaan.

"Badan riset malah pakai AI dan melecehkan lambang negara di hari kesakralannya. Tolonglah tempatkan employment sesuai dengan keahliannya.

Kita aja kirim laporan, berulang kali di check dan diperiksa dulu sebelum dikirim. Lah ini tak ada riset sama sekali.

Miris," ujar seorang warganet.

Kritik lain menyoroti pentingnya pemahaman mendalam mengenai simbol-simbol resmi negara bagi pengelola platform digital publik.

>>> Perubahan Iklim Persempit Periode Aman Ibadah Haji di Mekah

"Ayo adik-adik belajar lagi tentang lambang negara dan tugas serta tupoksinya biar gak malu-maluin," ucap warganet lainnya.

Di tengah gelombang kritik, beberapa pengguna memberikan pandangan lebih moderat dan mencoba memberi dorongan moril kepada pengelola akun.

"Wah akun @brin_indonesia rame..

namanya manusia tak luput dari salah dan khilaf, saya rasa adminya tak ade maksd menghina lambang negara kok.

Belajar dari kesalahan ya min ambil sisi positifnya saja dunia konten kreator ya seperti ini wajib tahan banting...

Tetap semangat berkarya menghasilkan konten positif dan bermanfaat," bela seorang netter.

Sentimen publik yang berkembang bervariasi, termasuk komentar yang mengaitkan kualitas konten dengan kondisi anggaran lembaga.

>>> Prabowo Terbitkan Perpres, BLU Kini Bisa Impor BBM

"Kali ini kita maklumi karena anggaran kalian secuil doang wkwkwkw," sahut yang lain.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru