Nilai tukar rupiah mencatat penguatan sebesar 1,2 persen dalam lima hari terakhir.
Pencapaian ini menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terbaik kedua di Asia setelah peso Filipina.
>>> Google Resmi Luncurkan Android 17 Stabil untuk Perangkat Pixel
Penguatan rupiah dan mata uang kawasan lainnya dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Kedua negara dilaporkan mencapai kesepakatan sementara yang akan membuka kembali Selat Hormuz.
Kondisi ini menurunkan premi risiko energi dan mendorong kembalinya minat investor ke aset negara berkembang. Namun, faktor domestik juga berperan signifikan dalam mendorong apresiasi rupiah.
Peran Aktif Bank Indonesia
Bank Indonesia (BI) menunjukkan komitmen kuat menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas, pasar obligasi, dan instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).
Selain itu, BI menaikkan suku bunga secara preemptif sebesar 75 basis poin dalam sebulan terakhir.
>>> Disdik Jabar Rilis Hasil Pemetaan Calon Murid Baru SPMB 2026
Kenaikan suku bunga membuat selisih imbal hasil lebih kompetitif, sehingga menahan arus keluar modal dan memberi insentif bagi investor asing.
BI juga menaikkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi 7,64 persen pada lelang 12 Juni 2026.
Langkah ini efektif menarik dana investor.
Berdasarkan data BI Mei 2026, nilai outstanding SRBI mencapai Rp979,88 triliun, melonjak 17,1 persen dibandingkan posisi akhir Februari sebesar Rp837,22 triliun.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kepemilikan investor asing yang mencapai Rp216,48 triliun pada Mei.
>>> Harga Emas Dunia Berpotensi Menguat Berkat Sentimen Teknikal Positif
Angka ini melesat 43,6 persen dari posisi Februari 2026 sebesar Rp150,79 triliun, atau bertambah sekitar Rp65,69 triliun dalam dua bulan.
Aksi Korporasi dan Disiplin Fiskal
Faktor penguat domestik lainnya adalah operasi buyback saham bank Himbara yang dimotori Danantara, investor domestik, dan pengelola dana publik seperti BPJS Ketenagakerjaan.
Otoritas memberikan fleksibilitas bagi emiten untuk melakukan buyback tanpa persetujuan RUPS saat pasar berfluktuasi tinggi.
Dari sisi fiskal, pemerintah berencana menyesuaikan anggaran pada program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Juru Bicara Presiden Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah tengah mengatur ulang tata kelola program MBG, termasuk mengkaji ulang daftar penerima manfaat yang ditargetkan rampung dalam satu bulan.
>>> EA Sports Rilis Kode Redeem FC Mobile 17 Juni 2026 Terbaru
Komunikasi pemerintah mengenai penyesuaian anggaran ini dianggap pasar sebagai sinyal penegakan disiplin fiskal. Kredibilitas fiskal menjadi jangkar utama stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.