⌂ Beranda News Laba Bersih PLN Merosot 65,8 Persen Sepanjang Tahun Buku 2025

Laba Bersih PLN Merosot 65,8 Persen Sepanjang Tahun Buku 2025

Laba Bersih PLN Merosot 65,8 Persen Sepanjang Tahun Buku 2025
Gedung kantor pusat PLN di Jakarta
A A Ukuran Teks16px

PT PLN (Persero) membukukan laba bersih sebesar Rp7,26 triliun pada Tahun Buku 2025. Angka ini merosot 65,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp21,23 triliun.

Penurunan performa keuangan BUMN listrik itu dipicu oleh pembengkakan beban usaha dan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

>>> Asing Borong Saham TPIA Rp 114,7 Miliar di Tengah Net Sell Rp 354,2 Miliar

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (PwC), total beban usaha perseroan melonjak 10,04 persen menjadi Rp533,45 triliun.

Kenaikan pengeluaran melanda berbagai pos penting. Beban bahan bakar dan pelumas naik 10,78 persen menjadi Rp198,61 triliun.

Sementara itu, pembelian tenaga listrik dari pihak swasta meningkat 9,28 persen hingga Rp195,21 triliun.

Biaya pemeliharaan membengkak 13,28 persen menjadi Rp35,74 triliun. Beban kepegawaian naik 17,3 persen ke posisi Rp36 triliun.

>>> IHSG Melesat ke Level 6.218 pada Sesi I Perdagangan 2 Juni 2026

Sektor sewa juga terkoreksi naik 8,85 persen menjadi Rp2,83 triliun.

Di luar operasional, kinerja keuangan PLN tertekan akibat volatilitas mata uang.

Kerugian selisih kurs bersih melonjak 83,79 persen menjadi Rp12,46 triliun, dibandingkan posisi 2024 yang sebesar Rp6,78 triliun.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan capaian tersebut masih dalam kategori aman.

"Capaian tersebut diraih meskipun perseroan menghadapi tekanan rugi selisih kurs sebesar Rp12,46 triliun akibat volatilitas nilai tukar global," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

>>> BRIN Minta Maaf Usai Unggah Garuda AI pada Hari Lahir Pancasila

Di sisi lain, total pendapatan perusahaan menguat 6,84 persen secara year on year (yoy) dari Rp545,38 triliun menjadi Rp582,68 triliun.

Penjualan tenaga listrik menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp367,08 triliun. Subsidi listrik dan pendapatan kompensasi tercatat sebesar Rp200,19 triliun.

Secara operasional, volume penjualan tenaga listrik PLN sepanjang 2025 tumbuh 3,75 persen menjadi 317,69 terawatt hour (TWh).

Daya tersambung pelanggan mencapai 192.621 megavolt ampere (MVA).

>>> BTN Perkuat Ekosistem Perbankan untuk Genjot Dana Murah

Jumlah pelanggan bertambah sekitar 3,3 juta menjadi 96,2 juta, yang mengerek pendapatan penyambungan baru naik 28,4 persen hingga Rp2,24 triliun.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru