⌂ Beranda News Kementan dan BRIN Kolaborasi Tingkatkan Produksi Pertanian Nasional

Kementan dan BRIN Kolaborasi Tingkatkan Produksi Pertanian Nasional

Kementan dan BRIN Kolaborasi Tingkatkan Produksi Pertanian Nasional
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kepala BRIN Arif Satria dalam konferensi pers kerja sama
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan nasional.

Kolaborasi ini diumumkan pada Selasa (9/6/2026) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di kantor Kementan, Jakarta Selatan.

>>> Apple Luncurkan iOS 27 dengan Performa Lebih Cepat dan AI Baru

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa kerja sama ini membuka akses bagi peneliti BRIN untuk menggunakan fasilitas laboratorium dan kantor Kementan di 38 provinsi.

"Hari ini kita tanda tangan MoU, kita kolaborasi, yang pertama seluruh lab, kantor Kementerian Pertanian yang berada di tiap provinsi, 38 provinsi, itu bebas digunakan oleh para peneliti dari BRIN seluruh Indonesia," ujar Amran.

Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 40 triliun untuk mendukung riset dan pendampingan langsung kepada kelompok tani.

"Jadi anggaran kita besar, total anggaran kita kan kurang lebih Rp 40 triliun, besar sekali. Nah ini nanti sambil membina petani.

Jadi bukan percobaan satu hektare dua hektare, ini 10.000 hektare, 5.000 hektare kita awasi bersama, 2.000 hektare seperti itu," papar Amran.

Program riset dan pembinaan ini diprioritaskan pada komoditas pangan strategis nasional dan komoditas ekspor bernilai ekonomi tinggi.

"Pertama, padi sudah selesai. Jagung sudah swasembada untuk pakan.

>>> Kementerian UMKM Siapkan Sanksi Tegas Bagi Marketplace Bandel

Ke depan kita fokus kedelai, bawang putih, kakao, mete, tebu, dan seterusnya yang demand-nya tinggi tingkat dunia dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani dengan cepat," tutur Amran.

Penataan komoditas akan disesuaikan dengan potensi daerah berdasarkan kesesuaian iklim dan budaya masyarakat setempat.

"Jadi kita menanam atau mengembangkan komoditas berdasarkan keunggulan komparatif suatu tempat. Iklimnya agro-climate-nya cocok, budaya culture masyarakatnya oke, kita kembangkan di situ," ujar Amran.

Kementan menargetkan hasil panen minimal 5 ton per hektare untuk mendongkrak produktivitas di setiap wilayah kerja.

"Ya kalau saya, kalau mintanya saya ya minimal 5 ton. Tapi kalau 3-4 ton itu sudah bagus," tutur Amran.

Target Produksi Bawang Putih 35 Ton per Hektare

Kepala BRIN Arif Satria menekankan komitmen lembaganya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui penemuan varietas baru yang adaptif terhadap perubahan iklim.

"Kita akan memberikan dukungan untuk tercapainya ketahanan pangan.

Karena pangan tidak hanya soal padi, tapi pangan luas sekali, tidak hanya perkebunan, tapi juga hortikultura, tapi juga peternakan, dan dimensi pangan yang lainnya," ujar Arif.

>>> Google Luncurkan Fitur Try On AI di Indonesia, Belanja Pakaian Makin Mudah

Salah satu target utama kerja sama ini adalah memacu produktivitas bawang putih domestik hingga 35 ton per hektare untuk menekan impor.

"Ini kita ditargetkan untuk bisa produksi bawang putih itu 35 ton per hektare.

Ini angka yang fantastis, kita ingin mengalahkan negara-negara lain yang sudah bisa menghasilkan 35 ton per hektare," tutur Arif.

Untuk mencapai target tersebut, BRIN akan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu non-pertanian modern, termasuk kecerdasan buatan dan teknologi robotik.

"Kita di BRIN tidak hanya di bidang pertanian, banyak bidang-bidang lain non-pertanian yang bisa mendukung pertanian.

Baik untuk mesin pertanian, kemudian untuk AI, untuk bidang genomik yang bisa menghasilkan varietas-varietas yang lebih unggul dengan teknologi lebih canggih, kemudian juga untuk robotik dan kemudian juga untuk berbagai smart farming yang membutuhkan disiplin ilmu yang lebih luas lagi," papar Arif.

Pengoptimalan seluruh periset dari berbagai kepakaran di BRIN diharapkan menjadi pilar utama dalam menyukseskan program pembangunan pertanian nasional.

>>> Pemerintah Siapkan Tambahan Dana Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan

"Oleh karena itu dengan kolaborasi ini insyaallah ilmu-ilmu yang ada di BRIN, periset-periset yang ada di BRIN itu bisa kita kerahkan untuk mensupport suksesnya pembangunan pertanian di Indonesia," jelas Arif.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru