⌂ Beranda News Komisi X DPR Dukung Penambahan Anggaran Riset BRIN

Komisi X DPR Dukung Penambahan Anggaran Riset BRIN

Komisi X DPR Dukung Penambahan Anggaran Riset BRIN
Ilustrasi riset dan inovasi BRIN
A A Ukuran Teks16px

Komisi X DPR RI menyatakan dukungannya terhadap penambahan anggaran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dukungan ini diberikan setelah BRIN memaparkan sejumlah inovasi yang fokus pada solusi nyata bagi industri dan masyarakat.

>>> United E Motor Diskon Harga Motor Listrik hingga 50 Persen di Jakarta Fair 2026

Kepala BRIN, Prof. Arif Satria, menegaskan bahwa riset di Indonesia tidak boleh lagi hanya menjadi tumpukan kertas publikasi.

Inovasi harus bertransformasi menjadi solusi konkret dan kebijakan berbasis bukti empiris.

“BRIN hadir untuk menyelesaikan persoalan riil di masyarakat, mulai dari mitigasi bencana, ketahanan pangan, hingga transisi energi berkelanjutan.

Inovasi kita harus berdampak langsung,” ujar Arif dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2026.

Dalam rapat tersebut, BRIN memamerkan sejumlah inovasi yang mengesankan para legislator. Di sektor mitigasi bencana, BRIN mengembangkan Teknologi Peredam Gempa untuk memperkuat infrastruktur di wilayah rawan gempa.

>>> Cara Daftar dan Aktivasi TikTok PayLater Agar Cepat Disetujui

Untuk ketahanan pangan, peneliti BRIN menciptakan Padi Biosalin, varietas unggul yang tahan terhadap kadar garam tinggi atau salinitas.

BRIN juga menggenjot implementasi pengolah sampah menjadi energi listrik di kawasan urban.

Selain itu, BRIN meluncurkan platform Rumah Inovasi Indonesia yang mempertemukan hasil riset dengan ekosistem industri, investor, dan filantropi.

Tujuannya agar hilirisasi teknologi berjalan lebih cepat.

>>> Gubernur Jabar Jamin Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa Miskin Pascakisruh SPMB

Dukungan Penuh Anggaran Riset

Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah, mengingatkan agar inovasi BRIN terus berlanjut dan tidak mandek akibat pergantian kepemimpinan.

Ia juga mendesak BRIN untuk lebih fokus pada riset kesehatan, seperti pengobatan diabetes, mengingat tingginya angka penderita di Indonesia.

Arif Satria menyoroti perlunya modernisasi laboratorium secara masif agar peneliti lokal bisa bersaing di kancah global.

Ia mengajukan usulan penguatan anggaran untuk revitalisasi fasilitas vital nasional, termasuk infrastruktur nuklir untuk energi, industri, dan medis.

Hetifah menegaskan bahwa Komisi X siap mendukung penguatan anggaran BRIN. Menurutnya, alokasi dana riset harus dilihat sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan nasional, bukan sekadar beban pengeluaran.

>>> Indonesia dan Malaysia Bahas Kerja Sama Ekonomi Perbatasan di Bandung

Komisi X berencana turun ke lapangan untuk melihat langsung implementasi inovasi BRIN.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru