⌂ Beranda News Seskab Teddy dan Habiburokhman Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal soal Kunjungan LN Prabowo

Seskab Teddy dan Habiburokhman Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal soal Kunjungan LN Prabowo

Seskab Teddy dan Habiburokhman Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal soal Kunjungan LN Prabowo
Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan luar negeri
A A Ukuran Teks16px

Habiburokhman mencontohkan langkah pragmatis pemimpin dunia lain seperti Presiden AS Donald Trump yang aktif melawat ke China demi kepentingan domestik.

Ia khawatir opini mantan pejabat bisa memicu sentimen negatif yang tidak berdasar dari publik.

“Namun demikian, sebagai sesama anak bangsa, saya harus mengkritik balik Dino.

Kritik beliau tidak produktif karena tidak berbasis info yang akurat, bahkan ada tendensi kritik beliau sebagai serangan politik yang membabi buta dan sekadar mengolok-olok pemerintahan Pak Prabowo,” sambungnya.

DPR menilai kepala negara dituntut proaktif dalam pertemuan bilateral demi memperkuat posisi tawar Indonesia. Habiburokhman mengingatkan agar mantan birokrat menghormati pejabat yang sedang menjalankan tugas.

“Menurut kami, justru Presiden Prabowo harus sangat proaktif, baik menerima kunjungan maupun juga mengunjungi pemimpin negara lain,” ujarnya.

Legislator tersebut menambahkan bahwa membandingkan kinerja antar-era secara sepihak berisiko menjadi bumerang politik bagi pengkritik. Etika politik di negara maju umumnya membatasi mantan pejabat untuk menyerang kebijakan penerusnya.

“Asal mantan Wamenlu juga kurang etis jika Dino mengkritik kinerja politik luar negeri pemerintahan Prabowo,” lanjut dia.

>>> Komdigi Fokuskan Jaringan 5G untuk Sektor Berdampak Ekonomi Besar

Kritik dari internal pemerintahan ini juga menyoroti potensi perbandingan kinerja yang bisa merugikan reputasi sang mantan pejabat di mata masyarakat.

“Di negara negara maju, mantan pejabat membatasi diri untuk mengkritik kinerja para penerus atau penggantinya. Hal tersebut didasarkan pada sikap menghormati orang yang sedang bekerja.

Kritik mantan pejabat kepada penerusnya bahkan bisa menjadi bumerang jika publik membanding kinerja si mantan dengan yang sedang menjabat,” tuturnya.

Sebelum tanggapan tersebut, Dino Patti Djalal mengunggah analisis video melalui akun media sosial pribadinya pada Sabtu (30/5/2026).

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) ini mengalkulasi bahwa Presiden Prabowo menghabiskan porsi waktu sangat tinggi di luar negeri sejak dilantik.

“Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri.

Semenjak menjabat menjadi Presiden, 1 dari 6 hari dihabiskan beliau di luar negeri dan tidak heran kalau ada yang beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran.

Dan sangat tidak mungkin dalam 18 bulan ke depan, Presiden Prabowo terus melakukan kunjungan internasional dalam frekuensi yang sama tingginya,” kata Dino.

Dino menjabarkan bahwa satu kali perjalanan delegasi kepresidenan memakan devisa negara yang besar, mulai dari biaya tim pendahulu hingga uang harian.

Ia menyarankan komunikasi bilateral lebih mengoptimalkan teknologi virtual seperti Zoom untuk menghemat anggaran di tengah tekanan ekonomi domestik.

“Bapak Presiden telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan keluar negeri.

Semenjak menjabat menjadi Presiden, 1 dari 6 hari dihabiskan beliau di luar negeri,” sebut Dino dalam video yang diunggah melalui akun X/Twitter-nya, dikutip Minggu (31/5/2026).

Dino mengkhawatirkan frekuensi kunker luar negeri yang terlalu tinggi dapat memicu persepsi negatif publik di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.

>>> BPS Catat Ekspor Indonesia April 2026 Melonjak 21,98 Persen

“Satu perjalanan [Prabowo dan rombongan] keluar negeri bisa keluar puluhan bahkan ratusan miIiar,” ujarnya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru