⌂ Beranda News Teddy Indra Wijaya Luruskan Kritik Dino Patti Djalal soal Kunjungan Luar Negeri Prabowo

Teddy Indra Wijaya Luruskan Kritik Dino Patti Djalal soal Kunjungan Luar Negeri Prabowo

Teddy Indra Wijaya Luruskan Kritik Dino Patti Djalal soal Kunjungan Luar Negeri Prabowo
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi
A A Ukuran Teks16px

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi terkait kritik yang dilayangkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Kritik tersebut menyoroti intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

>>> BGN Optimalkan Kantin Sekolah Jadi Dapur Makan Bergizi Gratis di Wilayah 3T

Melalui video berdurasi 6 menit 54 detik yang diunggah di Instagram @sekretariat. kabinet, Teddy meluruskan sejumlah poin.

Ia juga mengaitkan argumennya dengan masa bakti Dino yang singkat di pemerintahan.

"Karena saya di-mention oleh Pak Dubes Dino, saya mau meluruskan beberapa hal. Sebelumnya terima kasih atas masukan yang telah diberikan.

Sangat cermat dan terstruktur.

Saya pikir beliau adalah diplomat hebat pernah menjadi wakil menteri luar negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan," kata Teddy.

>>> Toprak Razgatlioglu Siap Uji Coba Sirkuit Balaton Park dengan Motor MotoGP

Sebelumnya, Dino Patti Djalal melalui akun Instagram pribadinya meminta Presiden Prabowo mengurangi perjalanan internasional.

"Kami mengimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini," ujar Dino pada Selasa, 2 Juni 2026.

Paralel Sejarah dengan Ki Hadjar Dewantara

Teddy menyoroti durasi jabatan Dino yang hanya sekitar tiga bulan. Ia membandingkannya dengan Ki Hadjar Dewantara yang menjabat Menteri Pengajaran pada awal kemerdekaan Indonesia.

Ki Hadjar Dewantara memimpin kementerian yang kini menjadi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sejak 19 Agustus 1945 hingga 14 November 1945.

Masa kepemimpinannya hanya sekitar 2,5 bulan.

Meski singkat, rekam jejak dan sumbangsih pemikiran Ki Hadjar Dewantara tetap menempatkannya sebagai figur sentral dalam fondasi pendidikan nasional.

>>> OJK Catat Transaksi Kripto Pasar Spot Capai Rp99 Triliun hingga April 2026

Rekam Jejak Dino Patti Djalal

Dino Patti Djalal lahir di Beograd, Yugoslavia, pada 10 September 1965. Ia tumbuh di lingkungan diplomasi sebagai putra diplomat senior Indonesia.

Pendidikan tingginya ditempuh di Carleton University (sarjana), Simon Fraser University (magister), dan London School of Economics (doktor). Karier birokrasinya di Departemen Luar Negeri dimulai pada 1987.

Ia dikenal luas saat menjadi juru bicara pemerintah dalam Referendum Timor Timur 1999.

Dino juga pernah menjadi Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bidang Urusan Internasional dan Duta Besar RI untuk AS (2010-2013).

Jabatan Wakil Menteri Luar Negeri diembannya sejak 14 Juli 2014 hingga 20 Oktober 2014.

>>> Daftar Lokasi SPKLU di Medan Berdasarkan Tipe Charging

Setelah itu, ia mendirikan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) yang aktif menyelenggarakan forum diskusi internasional dan program Supermentor.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru