⌂ Beranda News Komdigi Fokuskan Jaringan 5G untuk Sektor Berdampak Ekonomi Besar

Komdigi Fokuskan Jaringan 5G untuk Sektor Berdampak Ekonomi Besar

Komdigi Fokuskan Jaringan 5G untuk Sektor Berdampak Ekonomi Besar
Ilustrasi jaringan 5G dan serat optik Telkomsel
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memfokuskan pengembangan jaringan 5G pada sektor-sektor yang memiliki dampak ekonomi besar.

Kebijakan ini didasarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Strategis Komdigi.

>>> BPOM Gandeng Polisi dan BNN Awasi Peredaran Gas Tertawa Whip Pink

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto mengungkapkan sejumlah sektor prioritas utama. Sektor tersebut meliputi industri manufaktur (smart industry) untuk mendukung Making Indonesia 4.0.

Sektor pertambangan (smart mining) juga menjadi prioritas karena membutuhkan latensi rendah untuk keselamatan kerja. Sektor kesehatan (smart healthcare) difokuskan untuk mempercepat digitalisasi layanan kesehatan.

Sektor Strategis Lainnya

Pemerintah juga mendorong pemanfaatan 5G di sektor pertanian dan kelautan modern (smart agriculture & maritime).

>>> Kenali Ragam Jenis Spons Pembersih Rumah dan Fungsinya agar Tidak Merusak Perabot

Sektor residensial dan perumahan, pariwisata destinasi super prioritas, serta transportasi dan kota cerdas (smart cities) juga masuk dalam daftar.

Wayan menyebut transformasi digital di sektor prioritas diharapkan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Langkah ini menempatkan 5G sebagai fondasi utama transformasi digital nasional.

Meski potensi ekonominya besar, implementasi 5G menghadapi sejumlah tantangan. Pertama, ketersediaan spektrum frekuensi radio yang memadai agar operator dapat menggelar jaringan secara optimal.

>>> 4 Lokasi SPKLU di Pematang Siantar dan Cara Cek Antreannya

Kedua, tingginya kebutuhan investasi infrastruktur karena 5G memerlukan pembangunan BTS dalam jumlah besar yang didukung serat optik. Ketiga, kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan talenta digital nasional.

Wayan menekankan teknologi canggih tidak akan berdampak maksimal jika SDM belum siap mengelola 5G.

Namun, potensi ekonomi dari pengembangan ini dinilai sangat besar karena mampu berkontribusi positif terhadap PDB Indonesia.

>>> Pahami Perbedaan Compact Powder dan Loose Powder Sebelum Membeli

Tanpa adopsi 5G yang merata dan tepat guna, transformasi digital nasional berisiko lambat dan tertinggal dalam persaingan global.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru