Alphabet Inc., perusahaan induk Google, berencana menghimpun dana sebesar US$80 miliar atau sekitar Rp1.424 triliun melalui penerbitan saham baru.
Langkah ini bertujuan memperkuat pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) global.
>>> Mengenal Lili Laut, Hewan Purba yang Hidup Jauh Sebelum Dinosaurus
Rencana tersebut diumumkan pada Selasa (2/6/2026).
Berkshire Hathaway milik Warren Buffett turut mendukung dengan menyepakati pembelian saham senilai US$10 miliar atau setara Rp178 triliun.
Alphabet menunjuk Goldman Sachs, JPMorgan Chase, dan Morgan Stanley sebagai joint bookrunner dalam aksi korporasi ini.
>>> BPS Catat Kenaikan Ekspor Indonesia 21,98% pada April 2026
Kebutuhan Ekspansi Komputasi
Kebutuhan ekspansi komputasi mendorong Alphabet meningkatkan kapasitas infrastruktur dasarnya. Perusahaan ingin menjawab lonjakan permintaan pasar yang melampaui ketersediaan pasokan saat ini.
"Perusahaan mengalami permintaan yang kuat untuk solusi dan layanan AI-nya dari perusahaan dan konsumen, pada tingkat yang melebihi pasokan perusahaan yang tersedia," kata Alphabet dalam pernyataannya.
Langkah penambahan modal lewat jalur ekuitas ini diambil untuk menjaga kesehatan neraca keuangan.
Persaingan ketat dengan korporasi hyperscaler lain seperti Amazon Web Services, Microsoft, dan Meta Platforms menjadi latar belakangnya.
>>> CELIOS: Pungutan Pajak OTT di Indonesia Belum Maksimal
Chief Executive Officer Google Sundar Pichai sebelumnya mengumumkan proyeksi belanja modal tahun ini telah dinaikkan menjadi kisaran US$180 miliar hingga US$190 miliar.
"Baik itu kekuatan, tanah, kendala rantai pasokan: bagaimana Anda meningkatkan untuk memenuhi permintaan luar biasa ini untuk saat ini?"
katanya.
>>> Indonesia Catat Surplus Neraca Perdagangan 72 Bulan Beruntun
Sebelum keputusan penerbitan saham baru ini, Alphabet mengandalkan pasar utang global. Perusahaan telah menerbitkan obligasi senilai lebih dari US$30 miliar serta menghimpun dana tambahan dari investor Eropa.