⌂ Beranda News Conduct Raih Pendanaan Seri A 60 Juta Dolar AS untuk Kembangkan Sistem Operasi AI

Conduct Raih Pendanaan Seri A 60 Juta Dolar AS untuk Kembangkan Sistem Operasi AI

Conduct Raih Pendanaan Seri A 60 Juta Dolar AS untuk Kembangkan Sistem Operasi AI
Conduct raih pendanaan Seri A 60 juta dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Perusahaan pengembang sistem operasi kecerdasan buatan asal London, Conduct, mengumumkan perolehan pendanaan Seri A senilai 60 juta dolar AS atau sekitar 51 juta euro pada Rabu (17/6/2026).

Putaran pendanaan ini dipimpin bersama oleh Index Ventures dan ICONIQ, dengan investasi strategis dari SAP serta partisipasi dari investor terdahulu seperti Creandum, Lucid Capital, dan Booom.

>>> BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Juli hingga September 2026

Conduct berencana menggunakan dana tersebut untuk memperluas tim teknik dan tim pemasaran, memperdalam kapabilitas SAP, serta mempercepat pengerjaan sistem pada platform Salesforce, Oracle, MES, hingga WMS.

Sistem Operasi AI untuk Kustomisasi Perusahaan

Sistem operasi AI milik perusahaan yang didirikan pada tahun 2024 oleh mantan insinyur Palantir ini berfungsi memetakan logika bisnis yang tertanam di dalam kustomisasi software korporasi agar dapat dipahami dan dijalankan dengan aman.

Hingga kini, startup tersebut telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan besar seperti Daimler Truck, Heidelberg Materials, Fraport, dan DHL, dengan catatan akselerasi alur kerja transformasi sebesar 30 persen atau lebih.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa sistem operasi ini mampu membaca jutaan baris kode kustom, konfigurasi, ketergantungan, serta integrasi yang biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu jika dikerjakan secara manual oleh tim internal.

CEO sekaligus co-founder Conduct, Jan Philipp Haas, menyoroti tantangan transparansi sistem perangkat lunak yang dihadapi oleh sebagian besar organisasi besar saat ini dalam menerapkan kecerdasan buatan.

"Every major enterprise is being asked where its AI results are," kata Jan Philipp Haas.

Ia menambahkan bahwa kustomisasi yang rumit selama puluhan tahun membuat sistem tersebut tidak dapat dipahami sepenuhnya oleh manusia maupun agen kecerdasan buatan.

"The honest answer, in most organisations, is that the systems AI needs to work on today cannot be fully comprehended by humans.

>>> Indonesia Dorong Hilirisasi Mineral Kritis untuk Maksimalkan Ekonomi

Decades of customisation have made them opaque, even to the people running them.

The same opacity that slows people down stops agents entirely, because an agent can only act on a system it understands.

Conduct makes those systems legible and operable. That is the foundation everything else depends on," ujar Jan Philipp Haas.

Sektor pendanaan infrastruktur AI korporasi di Eropa sepanjang tahun 2026 ini juga mencatat pergerakan modal ke lapisan perangkat lunak yang membantu perusahaan menerapkan AI pada sistem yang sudah ada, alih-alih mengganti seluruh infrastruktur inti.

Sahir Azam selaku perwakilan dari Index Ventures menjelaskan tantangan operasional dari sistem perusahaan yang dibangun dengan banyak kustomisasi.

"Enterprise systems were built to be customised," kata Sahir Azam, Partner di Index Ventures dan mantan CPO MongoDB.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru