⌂ Beranda News Lintasarta Tetap Investasi Infrastruktur AI Meski Harga Komponen Melonjak

Lintasarta Tetap Investasi Infrastruktur AI Meski Harga Komponen Melonjak

Lintasarta Tetap Investasi Infrastruktur AI Meski Harga Komponen Melonjak
Ilustrasi investasi infrastruktur AI Lintasarta
A A Ukuran Teks16px

Lintasarta tetap melanjutkan investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) meskipun harga komponen komputer seperti RAM dan GPU terus melonjak.

Kenaikan harga dipicu oleh krisis memori berkelanjutan dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

>>> Luhut Minta Publik Setop Perdebatkan Program Makan Bergizi Gratis

Perusahaan telah berinvestasi GPU Nvidia untuk infrastruktur AI sejak 2025 dan akan terus berlanjut sesuai permintaan pasar.

Presiden Direktur dan CEO Lintasarta, Armand Hermawan, menegaskan investasi dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, industri, dan regulasi.

Manajemen kini fokus merancang solusi untuk mengoptimalkan infrastruktur yang sudah tersedia. Opsi yang digodok meliputi penyediaan layanan GPU-as-a-service dan skema infrastructure sharing.

>>> PT Sarana Menara Nusantara Raih Laba Bersih Rp941 Miliar di Kuartal I-2026

Layanan Intelligent Core untuk Lima Sektor

Sebagai jawaban atas kebutuhan pasar domestik, Lintasarta meluncurkan layanan baru bernama Intelligent Core.

Produk ini mengintegrasikan pilar '4C' yang mencakup Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI dalam satu solusi digital menyeluruh.

Pengembangan fondasi produk baru ini bersandar pada tiga asas utama: kedaulatan infrastruktur dan AI, integrasi solusi end-to-end, serta penyediaan pengalaman pelanggan yang andal, efisien, dan terpadu.

>>> Penjarahan Sumber Daya di Cabo Delgado Jadi Pemicu Terorisme Al Shabab

Layanan Intelligent Core dirancang untuk mendukung lima sektor industri utama: kesehatan, ritel, keuangan, pemerintahan, dan manufaktur.

Di sektor keuangan, Lintasarta menghadirkan Secure Banking Stack yang mengintegrasikan infrastruktur patuh regulasi OJK dengan sistem deteksi penipuan.

Armand menambahkan, teknologi untuk perbankan dan fintech harus memenuhi standar kelas satu, termasuk data center yang mendukung AI, fraud detection system yang andal, serta cybersecurity yang kuat.

>>> Kelompok Bersenjata Serang Cabo Delgado, Tewaskan Warga dan Picu Pengungsian

Semua itu dapat dipenuhi melalui solusi 4C yang ditawarkan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru