⌂ Beranda News BPS: Ekspor Indonesia Mei 2026 Melonjak 21,98 Persen Jadi US$ 25,30 Miliar

BPS: Ekspor Indonesia Mei 2026 Melonjak 21,98 Persen Jadi US$ 25,30 Miliar

BPS: Ekspor Indonesia Mei 2026 Melonjak 21,98 Persen Jadi US$ 25,30 Miliar
Ilustrasi ekspor Indonesia melalui pelabuhan
A A Ukuran Teks16px

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Mei 2026 mencapai US$ 25,30 miliar. Angka ini melonjak 21,98 persen dibandingkan capaian pada April 2025.

Sektor nonmigas menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan 23,36 persen. Nilai ekspor nonmigas tercatat sebesar US$ 24,15 miliar.

>>> SBY Ungkap Strategi Indonesia Hadapi Krisis Ekonomi Global 2008

Sementara itu, sektor migas justru mengalami penurunan 1,20 persen. Nilai ekspor migas hanya mencapai US$ 1,15 miliar.

Komoditas Pendongkrak Ekspor

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan sejumlah komoditas yang mendorong kenaikan ekspor nonmigas.

Pertama, lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) naik 66,59 persen dengan andil 5,91 persen.

>>> Warga Yahudi Ultra-Ortodoks Blokade Jalan Raya Israel Tolak Wajib Militer

Kedua, nikel dan barang daripadanya (HS 75) naik 75,25 persen dengan andil 2,17 persen.

Ketiga, mesin peralatan mekanis dan bagiannya (HS 84) naik 57,09 persen dengan andil 1,47 persen.

>>> Donald Trump Pangkas Tarif Impor Produk Baja, Aluminium, dan Tembaga

Secara kumulatif, total ekspor Januari hingga April 2026 mencapai US$ 92,15 miliar. Angka ini tumbuh 5,48 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari total tersebut, ekspor migas menyumbang US$ 4,41 miliar, meskipun turun 8,30 persen. Sementara ekspor nonmigas tumbuh 6,28 persen dengan nilai US$ 87,74 miliar.

Pudji menambahkan, sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama kenaikan ekspor nonmigas secara kumulatif. Sektor ini memberikan andil 7,71 persen terhadap kenaikan total ekspor.

>>> Dua Lipa Resmi Menikahi Callum Turner di London

Produk-produk yang mencatat pertumbuhan signifikan antara lain produk olahan nikel, minyak kelapa sawit, kimia dasar organik dari hasil pertanian, kimia dasar anorganik lainnya, serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru