⌂ Beranda News Trimegah Sekuritas: DSI Mampu Perkuat Stabilitas Rupiah

Trimegah Sekuritas: DSI Mampu Perkuat Stabilitas Rupiah

Trimegah Sekuritas: DSI Mampu Perkuat Stabilitas Rupiah
Grafik nilai tukar rupiah
A A Ukuran Teks16px

Kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dinilai memiliki peran strategis yang lebih luas dari sekadar kebijakan perdagangan ekspor.

Kebijakan ini dipandang sebagai bagian dari strategi besar untuk memperkuat neraca pembayaran negara.

>>> Menpar Ajak Investor Perluas Investasi Pariwisata ke Luar Bali

Trimegah Sekuritas Indonesia melihat potensi besar dari pembentukan lembaga ini terhadap aspek makroekonomi nasional. Fokus utamanya terletak pada kontribusi ekspor terhadap stabilitas sistem keuangan.

"Selama ini kita sering membahas ekspor hanya dari sisi perdagangan barang.

Padahal bagi Indonesia, tantangan yang lebih besar adalah bagaimana ekspor tersebut berkontribusi terhadap stabilitas devisa, ketahanan neraca pembayaran, dan pada akhirnya stabilitas Rupiah," ucap Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian pada Senin (1/6/2026).

Pengelolaan DSI yang optimal diyakini dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang bagi perekonomian. Manfaat tersebut mencakup peningkatan pendapatan negara hingga perbaikan sistem pelaporan perdagangan.

Lembaga ini juga diproyeksikan mampu mengoptimalkan pengelolaan devisa hasil ekspor. Langkah ini krusial untuk menjaga ketahanan ekonomi domestik dari tekanan pasar global.

"Dalam jangka panjang, ini juga dapat membantu memperkuat fondasi rupiah karena devisa hasil ekspor menjadi lebih terpantau dan lebih terintegrasi dengan sistem keuangan domestik," tegas Fakhrul.

Penguatan cadangan devisa melalui lembaga ini diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif dari fluktuasi mata uang asing. Oleh sebab itu, pembentukannya dianggap sebagai bagian dari reformasi makroekonomi Indonesia.

>>> Harga Emas Antam Diprediksi Turun Imbas Negosiasi AS-Iran

Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada kualitas tata kelola di lapangan. Terdapat tiga faktor utama yang menjadi penentu efektivitas kebijakan ini.

Faktor pertama adalah transparansi, diikuti oleh kepastian usaha bagi pelaku bisnis. Faktor terakhir yang tidak kalah penting adalah tata kelola yang dijalankan secara profesional.

"Jika ketiga hal tersebut dapat dijaga, saya melihat DSI berpotensi menjadi salah satu reformasi penting dalam tata kelola perdagangan dan penguatan neraca pembayaran Indonesia.

Tetapi jika kepastian dan governance tidak menjadi prioritas, maka tujuan baik dari kebijakan ini akan sulit tercapai secara optimal," ungkap Fakhrul.

Indonesia saat ini menempati posisi strategis sebagai salah satu eksportir komoditas utama dunia. Produk unggulan nasional mencakup batu bara, kelapa sawit, hingga nikel.

Meskipun memiliki nilai ekspor yang besar, pergerakan nilai tukar rupiah masih rentan terhadap dinamika global. Kondisi ini dipengaruhi oleh mekanisme integrasi devisa ke dalam ekosistem keuangan dalam negeri.

>>> iClever QuietShield Q950: Headphone Anak Pertama Bersertifikasi TÜV

"Oleh karena itu saya melihat DSI juga memiliki dimensi makroekonomi yang sangat penting," katanya.

Pelaku pasar membutuhkan kejelasan mengenai teknis pelaksanaan regulasi baru ini. Ketidakjelasan mekanisme dinilai menjadi risiko terbesar bagi iklim investasi.

Pemerintah diharapkan segera merinci peta jalan operasional kelembagaan ini. Penjelasan detail diperlukan baik untuk masa transisi maupun saat regulasi diterapkan sepenuhnya.

"Kejelasan mengenai mekanisme kontrak, pembayaran, penentuan harga, hingga hubungan antara DSI dengan eksportir eksisting menjadi sangat penting," tutur dia.

Langkah pemerintah menetapkan masa transisi hingga 1 Januari 2027 dinilai sebagai keputusan yang tepat. Waktu tersebut memberikan kesempatan bagi dunia usaha untuk melakukan penyesuaian internal.

Periode transisi ini juga menjadi ruang bagi pemerintah untuk mematangkan kesiapan operasional. Kehadiran lembaga baru ini diharapkan meningkatkan efisiensi perdagangan tanpa menambah beban birokrasi baru.

"Jangan sampai niat memperbaiki sistem justru menciptakan biaya transaksi baru atau ketidakpastian baru bagi pelaku usaha. Ini yang harus dihindari.

>>> iMe Indonesia Rilis Aturan Konser BTS WORLD TOUR ARIRANG Jakarta

Dunia usaha membutuhkan kepastian, karena investasi dan ekspor pada akhirnya dibangun di atas kepercayaan," kata Fakhrul.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru