Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap sejumlah musisi yang membatalkan penampilan mereka dalam konser Freedom 250.
Melalui platform Truth Social, Trump menyebut para penampil yang mundur sebagai artis kelas tiga dan menilai tindakan mereka tidak profesional.
>>> Dokter Ingatkan Perbedaan Benjolan Leher: Gondok vs Gondongan
Gelombang pembatalan terjadi setelah para musisi merasa tidak mendapatkan informasi transparan mengenai keterlibatan agenda politik dalam acara tersebut.
Konser Freedom 250 dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juni hingga 10 Juli.
Trump menyatakan mendengar kabar keraguan para musisi untuk tampil pada hari Rabu. Ia bahkan melontarkan sindiran bahwa dirinya bisa menjadi daya tarik utama.
"Saya memahami para artis mulai gugup untuk tampil pada hari Rabu, jadi saya berpikir untuk menghadirkan daya tarik nomor satu di dunia," tulis Trump.
Dalam unggahan yang sama, Trump membandingkan popularitasnya dengan legenda musik Elvis Presley.
"Pria yang mampu menarik penonton jauh lebih besar daripada Elvis pada masa kejayaannya," ujarnya.
>>> Pemerintah Wajibkan Eksportir Simpan Devisa Hasil Ekspor di Bank Himbara Mulai 1 Juni 2026
Trump juga mengisyaratkan rencana penyampaian pidato besar dalam acara tersebut.
"Saya akan menyampaikan pidato besar yang akan mendorong negara ini maju seperti yang telah saya lakukan sejak menjadi presiden," katanya.
Ia menegaskan keengganannya bekerja sama dengan pihak yang tidak antusias terhadap agenda tersebut.
"Saya tidak menginginkan artis-artis yang dibayar terlalu mahal tetapi tidak bahagia. Saya hanya ingin dikelilingi oleh orang-orang yang bahagia, cerdas, sukses, dan tahu bagaimana cara menang," tegas Trump.
Beberapa musisi yang membatalkan penampilan antara lain Martina McBride, Bret Michaels, Morris Day & The Time, Young MC, dan The Commodores.
Alasan utama pembatalan adalah ketidakjelasan informasi dari panitia mengenai unsur politik yang melekat pada konser.
>>> Grup K-Pop CORTIS Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2026
Martina McBride mengungkapkan bahwa awalnya ia memahami acara ini bersih dari kepentingan politik praktis.
"Saya ditawari kesempatan untuk tampil dalam sebuah acara yang disebut tidak berpihak secara politik, tetapi ternyata informasi itu menyesatkan," kata McBride.
Young MC menegaskan bahwa penyelenggara tidak pernah memberikan keterbukaan sejak awal terkait muatan politik.
"Para artis tidak pernah diberi tahu bahwa ada keterlibatan politik dalam acara ini," ujarnya.
Bret Michaels menjelaskan bahwa penolakannya didasari perubahan konsep acara yang drastis dari presentasi awal.
"Apa yang awalnya disampaikan kepada kami sebagai perayaan untuk negara ini telah berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih memecah belah," katanya.
>>> RM BTS Ungkap Tekanan Mental Anggota Selama Wajib Militer
Pihak penyelenggara konser Freedom 250 belum memberikan pernyataan resmi menanggapi tudingan para musisi.