Munculnya benjolan di leher sering membuat masyarakat panik dan langsung menganggapnya sebagai gondongan. Padahal, ada dua kondisi berbeda yang perlu diwaspadai, yaitu gondok dan gondongan.
Dokter spesialis bedah onkologi, dr Diani Kartini SpBOnk, menjelaskan perbedaan mendasar antara kedua penyakit tersebut.
>>> Ramalan Zodiak Cinta 1 Juni 2026: Tips Jaga Keharmonisan Hubungan
Menurutnya, gondok berkaitan dengan kelenjar tiroid, sedangkan gondongan atau mumps menyerang kelenjar air liur.
Gondongan Akibat Infeksi Virus
Gondongan atau mumps terjadi akibat infeksi virus pada kelenjar air liur (salivary gland). Kelenjar ini terletak di samping leher, tepat di bawah telinga.
Penyakit ini bersifat menular dan paling sering menyerang anak-anak. Penanganan gondongan biasanya melibatkan pemberian antibiotik sesuai petunjuk dokter.
>>> Asosiasi Pengusaha Siap Dukung Ekspor Satu Pintu Melalui Danantara SDI
Gondok Gangguan pada Tiroid
Berbeda dengan gondongan, gondok adalah pembengkakan pada kelenjar tiroid yang terletak di tengah leher, di depan saluran pernapasan.
Pembengkakan ini bisa berupa benjolan biasa, tumor jinak, atau bahkan tanda kanker.
>>> Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1-7 Juni 2026, Tiket Rp8.000
Gondok umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, namun bisa dipicu oleh gangguan fungsi tiroid seperti hipotiroid atau hipertiroid.
Penyebab Lain Benjolan Leher
Selain gondok dan gondongan, benjolan di leher juga bisa disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening.
Dokter Diani mencontohkan bahwa gangguan ringan seperti gigi berlubang atau infeksi mulut bisa memicu pembengkakan ini.
>>> Shell dan Pertamina Turunkan Harga BBM Diesel per Juni 2026
Ia mengingatkan agar waspada jika benjolan tidak kunjung mengecil setelah dua minggu pengobatan. Jika benjolan justru membesar, segera periksakan ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
