Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menambah pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk meningkatkan total bandwidth jaringan bergerak seluler Indonesia.
Total bandwidth naik dari 452 MHz menjadi 712 MHz.
>>> PT Vale Indonesia Tanggapi Aturan Tata Kelola Ekspor SDA
Langkah ini diambil untuk mempercepat perluasan jaringan 5G dan memenuhi lonjakan lalu lintas data.
Saat ini Indonesia baru memanfaatkan lima pita frekuensi untuk seluler, yaitu 800 MHz, 900 MHz, 1.800 MHz, 2,1 GHz, dan 2,3 GHz.
Target Penambahan Kapasitas
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto menyatakan alokasi spektrum baru ditargetkan menampung lonjakan lalu lintas data 4G/5G.
Pernyataan itu disampaikan pada Senin (1/6/2026).
>>> Raffi Ahmad Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta
"Dengan tambahan kedua pita frekuensi tersebut, kapasitas jaringan bergerak seluler Indonesia khususnya untuk menampung lalu lintas data 4G/5G juga diharapkan akan membesar," ujar Wayan.
Pemerintah juga mengandalkan layanan 5G untuk penyediaan Broadband Wireless Access (BWA) pada pita frekuensi 1,4 GHz. Pita ini memiliki kapasitas bandwidth 80 MHz.
Proses seleksi pita 1,4 GHz telah selesai pada 2025. Pemenang lelang mulai menggelar layanan komersial sejak awal 2026.
>>> China Kirim Kapal Penjaga Pantai ke Timur Taiwan sebagai Protes
Seleksi pita 2,6 GHz masih berlangsung dengan komitmen wajib bagi operator pemenang.
Operator harus memperluas jangkauan mobile broadband 5G dengan target cakupan minimal 50 persen populasi pada tahun keempat masa izin.
Komdigi juga melakukan rasionalisasi biaya regulasi bagi penyelenggara telekomunikasi. Langkah ini berbarengan dengan pemerataan infrastruktur jaringan serat optik, baik darat maupun kabel bawah laut.
Koordinasi dengan penyelenggara telekomunikasi, lembaga terkait, dan pemerintah daerah terus dilakukan. Sinkronisasi difokuskan pada penyelesaian kendala hak perlintasan, perizinan titik pendaratan kabel, dan penerapan keterbukaan akses.
>>> Konflik Timur Tengah Dorong Harga Minyak Mentah Dunia Naik 2 Persen
"Selain itu, juga dengan terus mendorong efisiensi nasional pada pemanfaatan infrastruktur pasif seperti menara, tiang, dan gorong-gorong [ducting], melalui kolaborasi bersama dengan kementerian dalam negeri dan pemerintah daerah," kata Wayan.
