⌂ Beranda News China Kirim Kapal Penjaga Pantai ke Timur Taiwan sebagai Protes

China Kirim Kapal Penjaga Pantai ke Timur Taiwan sebagai Protes

China Kirim Kapal Penjaga Pantai ke Timur Taiwan sebagai Protes
Kapal penjaga pantai China berpatroli di perairan
A A Ukuran Teks16px

China mengerahkan sejumlah kapal penjaga pantai untuk patroli penegakan hukum di perairan timur Taiwan pada Senin, 1 Juni 2026.

Langkah ini merupakan protes terhadap kesepakatan Jepang dan Filipina yang membahas batas maritim kawasan.

>>> Pemerintah Coret Influencer dari Fasilitas PPh Final UMKM 0,5 Persen

Juru Bicara Penjaga Pantai China, Jiang Lue, menyatakan bahwa tindakan Jepang dan Filipina secara serius melanggar kedaulatan teritorial serta hak dan kepentingan maritim China.

Ia menegaskan patroli akan terus ditingkatkan untuk mengamankan wilayah yurisdiksi China dari intervensi asing.

"Kami mendesak Jepang dan Filipina untuk segera menghentikan seluruh tindakan ilegal yang merugikan hak dan kepentingan kedaulatan China," ujar Jiang Lue.

>>> Apple Music Siapkan Paket Berlangganan Lebih Murah atau Gratis

Dialog batas maritim antara Jepang dan Filipina diumumkan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Tokyo.

Marcos Jr. juga menyebut potensi keterlibatan militer Filipina jika konflik bersenjata pecah di Taiwan karena letak geografis yang dekat.

Sementara itu, PM Sanae Takaichi menyatakan agresi militer China ke Taiwan dapat menjadi landasan hukum bagi Jepang untuk mengirim pasukan bantuan.

>>> Pertamina Patra Niaga Sesuaikan Harga BBM Nonsubsidi per Juni 2026

Reaksi keras juga datang dari Kementerian Luar Negeri China. Juru Bicara Mao Ning menyebut kesepakatan Tokyo-Manila sebagai ilegal, batal, dan tidak memiliki kekuatan hukum.

China mengklaim kepemilikan hak atas zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen di wilayah laut tersebut sesuai hukum domestik dan internasional.

Penjaga Pantai China tercatat rutin berpatroli di timur Taiwan, termasuk simulasi penangkapan kelompok separatis pada April 2025.

>>> Harga Emas BSI dan Minigold 1 Juni 2026 Stabil, Lotus Archi Naik

Analis dari Chinese Academy of Social Sciences memperingatkan konsekuensi besar jika pembahasan perbatasan maritim tetap dipaksakan, menyebutnya sebagai langkah balasan yang bersejarah dan belum pernah terjadi sebelumnya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru