⌂ Beranda News DANA Perketat Tata Kelola Data untuk Cegah Bias Algoritma AI

DANA Perketat Tata Kelola Data untuk Cegah Bias Algoritma AI

DANA Perketat Tata Kelola Data untuk Cegah Bias Algoritma AI
Ilustrasi kecerdasan buatan dan tata kelola data keuangan
A A Ukuran Teks16px

Platform dompet digital DANA memperketat tata kelola input dan proses data.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) berjalan optimal dan menghasilkan keputusan finansial yang adil.

>>> Keluarga Desak Pemindahan Pasien Psikiatri Terkendala Birokrasi

VP of Data Platform and Data Science DANA, Wulung Anggara Hanandita, menyatakan pengendalian algoritma dalam pengembangan teknologi sangat krusial.

Ia menyebut kekuatan algoritma AI dapat disetarakan dengan kekuatan besar era sebelumnya yang mampu mengarahkan peradaban.

Wulung mencontohkan pernyataan Paus Fransiskus mengenai perlunya pengendalian algoritma bias.

Jika dulu senjata perusak diidentikkan dengan nuklir, kini algoritma AI memiliki kekuatan serupa dalam memengaruhi arah hidup masyarakat.

"Jadi perlu dipahami bagaimana dampaknya, termasuk pada kredit scoring," kata Wulung dalam Indonesia Ethical AI Summit, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, ekosistem teknologi memerlukan talenta dan kepemimpinan kuat.

>>> Ghana Petakan Jalur Babak Gugur Piala Dunia 2026

Perusahaan harus menempatkan personel yang tepat di waktu yang tepat demi mengeliminasi bias. Selain kapabilitas SDM, DANA menerapkan teknik fungsional tertentu untuk mengikis kesalahan keputusan sistem digital.

Landasan paling mendasar dari seluruh rangkaian proses ini bertumpu pada tata kelola data (data governance) yang kokoh.

Kecerdasan sistem AI sangat bergantung pada kualitas informasi yang diterima model tersebut.

Jika perusahaan memasukkan data mentah secara naif tanpa penyelarasan ke dalam credit scoring, risiko kelompok masyarakat tertentu akan tersingkir secara otomatis.

"Output yang baik pasti butuh input dan proses, makanya kami jaga di input dan proses," kata Wulung.

Perkembangan teknologi global memunculkan karakteristik unik tiap kawasan.

>>> Presiden FIFA Gunakan Jet Pribadi untuk Hadiri Dua Laga Sehari di Piala Dunia 2026

Wulung merujuk pada ungkapan bahwa Amerika Serikat dikenal dengan inovasi, China unggul dalam replikasi, sedangkan Eropa memimpin dalam regulasi.

Dalam menggarap Agentic AI, DANA mengadopsi dan menyatukan ketiga aspek tersebut untuk diterapkan di Indonesia.

Pelaku industri domestik dinilai tidak dapat melahirkan inovasi berkelanjutan tanpa memperhatikan ketiga pilar ini secara seimbang.

Perusahaan berharap pelaku industri lokal mampu menggabungkan inovasi dan replikasi demi efisiensi ekonomi yang lebih baik. Namun, kombinasi tersebut belum cukup tanpa payung hukum yang memadai dari regulator.

Sektor finansial wajib diatur secara ketat mengingat perputaran modal dan risiko konsumen yang tinggi.

DANA berharap regulasi ideal harus berada di titik keseimbangan agar tidak menghambat ruang gerak industri.

>>> El Rumi dan Syifa Hadju Nikmati Bulan Madu Romantis di Lake Como Italia

Penerapan aturan berlebihan dikhawatirkan mematikan gairah inovasi dan potensi replikasi teknologi di tanah air.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru