⌂ Beranda News Dewan Ekonomi Nasional Integrasikan AI untuk Tekan Kebocoran Anggaran hingga Rp 2.000 Triliun

Dewan Ekonomi Nasional Integrasikan AI untuk Tekan Kebocoran Anggaran hingga Rp 2.000 Triliun

Dewan Ekonomi Nasional Integrasikan AI untuk Tekan Kebocoran Anggaran hingga Rp 2.000 Triliun
Ilustrasi sistem perlindungan sosial digital berbasis AI
A A Ukuran Teks16px

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) tengah mengembangkan digitalisasi pemerintahan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengintegrasikan data. Langkah ini berpotensi menekan kebocoran anggaran negara hingga ribuan triliun rupiah.

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa pembangunan ekosistem digital bertujuan menutup peluang korupsi di lingkungan pemerintahan.

>>> Kementerian ESDM Pastikan Impor Minyak dari Rusia Tetap Berjalan

"Dan itu akan membuat efisien, dan kita sebenarnya membangun ekosistem di mana orang dibuat tidak bisa korupsi, atau sangat kurang untuk korupsi," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor DEN, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).

Potensi Penghematan Anggaran

Penghematan anggaran negara diproyeksikan mencapai Rp 2.000 triliun saat sistem digitalisasi berjalan sepenuhnya.

Estimasi tersebut mencakup penekanan kebocoran pada sektor tata kelola mineral kritis yang terus diperbaiki pemerintah.

"Saya kira ribuan triliun, mungkin Rp 1.500 triliun, mungkin Rp 2.000 triliun. Angkanya, ada tadi data, saya nggak ingat semua.

>>> Kementan Pantau Pemulihan Harga TBS Sawit Petani Seluruh Indonesia

Kebocoran dan juga seperti tadi yang Presiden billing critical mineral, itu sangat terkontrol," tutur Luhut.

Salah satu contoh digitalisasi yang sudah berjalan adalah Sistem Informasi Mineral dan Batu Bara Antar Kementerian/Lembaga (SIMBARA).

Sistem ini telah diimplementasikan pada tata kelola batu bara dan nikel, serta direncanakan terus dikembangkan.

>>> DPR Kritik BI Hanya Kendalikan Gejolak Rupiah, Bukan Fundamental

"Jadi pakai sistem ini. Dan kita coba dengan SIMBARA kan, SIMBARA kan sudah, batu bara, SIMBARA nikel sudah.

Ini tinggal mengembangkan terus aja ini," tambah Luhut.

Pemerintah juga membidik peluncuran sistem perlindungan sosial digital berbasis AI pada Oktober hingga November 2026.

Perbaikan akurasi sasaran dalam jangka panjang diproyeksikan membuka potensi efisiensi belanja negara sebesar Rp 170 triliun sampai Rp 260 triliun, setara US$ 10-15 miliar.

>>> Daihatsu Rocky Hybrid Gunakan Sistem Seri untuk Efisiensi BBM

Angka tersebut merupakan estimasi strategis yang realisasinya bergantung pada kualitas data dan keberhasilan perluasan sistem dengan jejak audit yang jelas.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru