⌂ Beranda News Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Diusulkan Prioritaskan Daerah Tambang Nikel

Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Diusulkan Prioritaskan Daerah Tambang Nikel

Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Diusulkan Prioritaskan Daerah Tambang Nikel
Motor listrik di daerah tambang nikel
A A Ukuran Teks16px

Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengusulkan agar subsidi motor listrik sebesar Rp5 juta diprioritaskan bagi masyarakat di kawasan lingkar tambang nikel dan penduduk pulau-pulau kecil.

Usulan ini bertujuan untuk mewujudkan keadilan wilayah dan memperkuat ketahanan energi.

>>> Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan pada 1 Mei 2026

Menurut Djoko, skema insentif kendaraan listrik selama ini lebih banyak dinikmati masyarakat perkotaan.

Padahal, daerah penghasil nikel yang menjadi pemasok utama bahan baku baterai kendaraan listrik justru belum merasakan dampak ekonominya secara signifikan.

"Alokasi insentif motor listrik senilai Rp5 juta perlu diprioritaskan bagi dua kelompok masyarakat, yakni warga di daerah lingkar tambang nikel sebagai bentuk keadilan wilayah, serta penduduk di pulau-pulau kecil yang menghadapi kendala ketahanan energi atau kesulitan BBM," ujar Djoko dalam keterangannya di Jakarta.

Daerah Penghasil Nikel Belum Nikmati Dampak Industri EV

Djoko menyoroti paradoks yang terjadi di wilayah penghasil nikel.

>>> Apple Hadirkan Tiga Lini MacBook dengan Spesifikasi Berbeda

Meskipun menjadi bagian penting dari rantai pasok industri baterai kendaraan listrik global, masyarakat setempat masih bergulat dengan kemiskinan dan keterbatasan ekonomi.

"Wilayah-wilayah yang menjadi penyedia bahan baku utama baterai ini justru masih terjebak dalam lingkaran ketidaksejahteraan.

Ironisnya, di tengah gegap gempita tren ramah lingkungan, kemiskinan ekstrem masih mendera masyarakat yang hidup di atas tanah sekaya itu," kata Djoko.

Ia menilai subsidi kendaraan listrik dapat menjadi instrumen untuk mendistribusikan manfaat industri EV secara lebih merata.

>>> Aktivitas Melempar Barang Bantu Stimulasi Motorik Balita

Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil sumber daya alam.

Motor Listrik Komersial Juga Perlu Dukungan

Djoko juga mendorong perluasan skema subsidi untuk kendaraan listrik yang memiliki fungsi ekonomi produktif.

Ia mengusulkan agar motor listrik roda tiga atau kendaraan listrik komersial bagi petani, nelayan, dan pedagang pasar tradisional turut mendapatkan insentif.

"Biaya operasional motor listrik yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat di daerah lingkar tambang yang umumnya menghadapi harga barang kebutuhan pokok lebih tinggi," jelas Djoko.

>>> Intel Luncurkan Arc G-Series untuk Saingi AMD di Pasar Handheld Gaming

Dengan skema yang lebih tepat sasaran, kebijakan insentif kendaraan listrik diharapkan tidak hanya mempercepat adopsi EV di Indonesia, tetapi juga memperkuat pemerataan ekonomi dan ketahanan energi di berbagai wilayah.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru