⌂ Beranda News Pertamina Perkuat Sinergi Subholding untuk Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Perkuat Sinergi Subholding untuk Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Perkuat Sinergi Subholding untuk Ketahanan Energi Nasional
Pertamina perkuat sinergi subholding untuk ketahanan energi nasional
A A Ukuran Teks16px

PT Pertamina (Persero) terus memperkuat sinergi antar subholding dan unit bisnis untuk mendukung ketahanan energi nasional. Langkah ini diambil di tengah tingginya konsumsi harian, terutama di Pulau Jawa.

Upaya integrasi dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional dari sektor hulu hingga hilir. Hal ini seperti dilansir dari Detik Finance pada Kamis (11/6/2026).

>>> Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi per 10 Juni 2026

Management Walkthrough ke Titik Krusial

Penguatan sinergi ditinjau langsung melalui kegiatan Management Walkthrough (MWT) ke beberapa titik krusial.

Lokasi yang dikunjungi meliputi Early Production Facilities (EPF) Struktur Akasia Prima di Lapangan Jatibarang, Onshore Processing Facility (OPF) Balongan, dan Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan.

Seluruh entitas didorong mengadopsi semangat One Pertamina. Dengan demikian, hambatan operasional di lapangan dapat diselesaikan secara terpadu.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, menegaskan pentingnya kebersamaan. "Pertamina adalah satu kesatuan.

Kalau ada masalah, kita selesaikan bersama-sama. Kita cari solusinya bersama dengan semangat One Pertamina," ujarnya.

Pulau Jawa sebagai Pusat Kebutuhan Energi

Kolaborasi yang kuat dinilai mendesak karena Pulau Jawa memegang porsi kebutuhan energi terbesar di Indonesia.

Integrasi lintas sektor berperan penting untuk memacu produksi minyak mentah dan menjaga keandalan distribusi gas bumi bagi sektor industri dan rumah tangga.

>>> PLTGU Jawa Satu Beroperasi Penuh, Topang Sistem Kelistrikan Jamali

"Klaster Jawa memiliki kebutuhan energi yang sangat besar.

Karena itu, seluruh lini harus bersinergi, mulai dari hulu hingga hilir, baik dalam memenuhi kebutuhan minyak maupun gas bumi," ujar Oki Muraza.

Kilang Balongan menjadi fasilitas dengan tingkat kompleksitas tertinggi milik perusahaan. Kapasitasnya mencapai 150 ribu barel per hari untuk memasok BBM berkualitas di Jawa Bagian Barat.

Sementara itu, Lapangan Jatibarang di bawah Pertamina EP mencakup wilayah Indramayu, Cirebon, dan Majalengka.

OPF Balongan mengolah gas lepas pantai PHE ONWJ sebesar 40 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Percepatan Eksekusi Program Kerja

Manajemen Pertamina meminta seluruh jajaran pekerja mempercepat eksekusi program kerja strategis yang sudah disetujui.

>>> Komentar Berat Badan Bisa Picu Gangguan Pola Makan

Fokus utama saat ini adalah implementasi nyata dan penyelesaian target operasional secara bertahap di setiap lini bisnis.

"Target sudah ada, program kerja sudah ada, strateginya juga sudah ada. Banyak hal yang bisa kita kerjakan bersama dan diselesaikan satu per satu," ungkap Oki Muraza.

Optimalisasi potensi energi domestik dipandang sebagai instrumen vital dalam menghadapi ketidakpastian global.

Pemanfaatan sumber daya dalam negeri secara maksimal diharapkan mampu menopang keberlanjutan bisnis dan melindungi pasokan energi nasional.

"Dalam situasi yang tidak menentu seperti saat ini, kita harus memaksimalkan seluruh potensi yang ada di dalam negeri.

Ini menjadi sangat penting karena kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga Pertamina sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional," kata Oki Muraza.

Melalui kunjungan kerja ini, fungsi koordinasi antar subholding terus dipacu untuk mempercepat penyelesaian kendala di lapangan.

>>> OJK Klasifikasikan Status Rekening Bank Jadi Tiga Kategori

Peningkatan produksi energi dalam negeri diarahkan untuk menopang aktivitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru