⌂ Beranda News Empat Lembaga Global Peringatkan Dampak Perang Timur Tengah pada Energi

Empat Lembaga Global Peringatkan Dampak Perang Timur Tengah pada Energi

Empat Lembaga Global Peringatkan Dampak Perang Timur Tengah pada Energi
Ilustrasi konflik Timur Tengah dan dampak pada pasokan energi global
A A Ukuran Teks16px

Empat lembaga internasional utama memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah telah menekan pasokan energi global dan berdampak berat bagi ekonomi negara rentan.

Peringatan ini disampaikan oleh Badan Energi Internasional (IEA), Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Jumat (29/5/2026).

>>> Nrincing Siapkan Langkah Kembangkan Merek Sendiri di Industri Beauty and Wellness

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran ini mengganggu jalur perdagangan internasional dan mengguncang pasar keuangan.

Selat Hormuz menjadi titik krusial karena merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas bumi dunia.

Melalui pernyataan bersama setelah pertemuan pekan ini, keempat pimpinan lembaga menegaskan bahwa konflik tersebut secara tidak proporsional membebani negara-negara miskin.

>>> Ofero Resmikan Pabrik Baru di Semarang, Luncurkan Ledo 5 dan Galaxy 6

Beban ini muncul dalam bentuk lonjakan harga bahan bakar dan pupuk, meningkatnya ketidakpastian pasar, serta ancaman terhadap stabilitas lapangan kerja.

"Jika arus pengiriman tidak kembali normal, penipisan persediaan minyak global yang cepat menjelang puncak permintaan musim panas di Belahan Bumi Utara akan menghadirkan risiko yang semakin besar bagi keamanan bahan bakar, kondisi pasar, dan ketahanan ekonomi secara luas," ungkap pernyataan resmi lembaga-lembaga tersebut.

Situasi global saat ini juga dipengaruhi oleh dinamika diplomatik di Washington terkait keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Trump sebelumnya menyatakan akan memutuskan pada hari Jumat terkait pengambilan kesepakatan dengan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata.

>>> AS Nyatakan Siap Lanjutkan Perang Melawan Iran

Kesepakatan tersebut harus mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz serta pembongkaran kapasitas Teheran dalam memproduksi senjata nuklir.

Secara historis, lebih dari seperlima konsumsi minyak dunia melewati jalur sempit di antara Iran dan Oman ini setiap harinya.

Setiap gangguan di Selat Hormuz dapat menyebabkan lonjakan harga minyak secara instan di pasar internasional yang memicu pembengkakan biaya logistik.

>>> 7 Private Island Eksklusif yang Jadi Tren Luxury Travel Dunia

Akibatnya, inflasi akan meningkat di tingkat konsumen dan produksi pangan di negara berkembang terhambat karena mahalnya harga pupuk.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru