PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) kembali mendapat pengakuan regional sebagai salah satu korporasi terbesar di Asia Tenggara.
Perusahaan ini menempati peringkat ke-124 dalam daftar Fortune Southeast Asia 500.
>>> Promotor Terapkan Sistem Seated untuk Konser Tambahan BTS Jakarta
Pengakuan tersebut mempertegas posisi DSSA dalam mengoperasikan model bisnis terdiversifikasi di sektor energi serta infrastruktur digital dan teknologi.
Kombinasi pilar strategis ini dinilai menjadi motor penggerak transformasi struktural di kawasan.
Direktur DSSA David Audy menyatakan kehadiran perusahaan dalam daftar itu menunjukkan kapasitas perusahaan Indonesia bersaing di tingkat regional.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi ke depan akan ditentukan oleh adopsi AI yang membutuhkan energi andal dan infrastruktur digital kuat.
>>> OJK Respons MSCI Soal Penurunan Nilai Aksesibilitas Pasar Modal Indonesia
Pada pilar energi, DSSA aktif mempercepat transformasi menuju operasional rendah emisi demi target netral karbon 2050.
Langkah konkret meliputi elektrifikasi armada operasional PT Borneo Indobara sebagai bagian dari inisiatif green mining.
Perusahaan juga memperluas portofolio energi baru terbarukan (EBT).
DSSA mengoperasikan pabrik panel surya terintegrasi berkapasitas 1 GW di KEK Kendal dan menggarap proyek panas bumi di enam wilayah dengan total potensi 440 MW.
>>> Kemenag Rilis Jadwal Salat Kota Bandung Jumat 19 Juni 2026
Infrastruktur Digital dan Teknologi
Pada pilar teknologi, DSSA membangun jaringan serat optik sepanjang sekitar 57.000 km yang menjangkau lebih dari 9 juta homepass.
Layanan broadband menjangkau lebih dari 1 juta pelanggan melalui MyRepublic Indonesia dan Moratelindo.
Ekspansi sektor data diperkuat melalui anak usaha PT SMPlus Digital Investama (SM+). Perusahaan mengembangkan 24 Edge Data Center dan membangun Flagship Hub Jakarta SMX01 di CBD Jakarta.
Fasilitas Tier-IV AI-ready berkapasitas 18 MW itu ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua 2026. Infrastruktur data diperkuat lewat kemitraan dengan iFLYTEK untuk menghadirkan solusi Machine Learning.
>>> Timnas AS Siap Hadapi Australia di Laga Kedua Grup D Piala Dunia 2026
Fortune Southeast Asia 500 tahun ini mencatat pergeseran lanskap bisnis regional yang kompetitif. Indonesia meloloskan 93 perusahaan dalam daftar tersebut, menegaskan dominasi ekonomi di Asia Tenggara.
