⌂ Beranda News Harga Referensi CPO Juni 2026 Turun Jadi US$ 1.029,51 per Metrik Ton

Harga Referensi CPO Juni 2026 Turun Jadi US$ 1.029,51 per Metrik Ton

Harga Referensi CPO Juni 2026 Turun Jadi US$ 1.029,51 per Metrik Ton
Ilustrasi harga referensi CPO Juni 2026 turun
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah menetapkan Harga Referensi (HR) Crude Palm Oil (CPO) untuk periode 1–30 Juni 2026 sebesar US$ 1.029,51 per metrik ton (MT).

Angka ini turun US$ 20,07 atau 1,91% dibandingkan HR CPO periode 1–31 Mei 2026 yang sebesar US$ 1.049,58 per MT.

>>> Rohis Pegadaian Salurkan 4.500 Paket Daging Kurban Idul Adha 1447 H

Penyebab Penurunan dan Dampak Kebijakan

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menyatakan penurunan ini dipicu oleh lesunya permintaan dari negara importir utama seperti India.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan yang berlaku, Bea Keluar (BK) CPO ditetapkan sebesar US$ 148 per MT.

Sementara itu, Pungutan Ekspor (PE) CPO sebesar 12,5% dari HR Juni 2026, yaitu US$ 128,6892 per MT.

Penetapan HR diperoleh dari rata-rata harga pada 20 April–19 Mei 2026 di tiga bursa utama.

Rinciannya meliputi Bursa CPO Indonesia US$ 920,80 per MT, Bursa CPO Malaysia US$ 1.138,22 per MT, dan Harga Port CPO Rotterdam US$ 1.429,40 per MT.

>>> Menkeu AS Paparkan Tiga Skenario Hasil Perundingan Damai dengan Iran

Menurut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 35 Tahun 2025, jika selisih harga rata-rata dari tiga sumber melebihi US$ 40, maka digunakan rata-rata dua sumber yang menjadi median dan terdekat dari median.

Dengan aturan ini, sumber yang dipakai adalah Bursa CPO Malaysia dan Bursa CPO Indonesia, menghasilkan angka US$ 1.029,51 per MT.

Kebijakan ini juga mengatur minyak goreng RBD palm olein dalam kemasan bermerek dengan berat netto ≤ 25 kg yang dikenakan BK sebesar US$ 33 per MT.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1415 Tahun 2026.

Di sisi lain, HR biji kakao untuk Juni 2026 naik menjadi US$ 3.832,17 per MT, melonjak 17,24% dari periode sebelumnya.

Kenaikan ini disebabkan oleh ditutupnya Selat Hormuz yang meningkatkan biaya logistik, asuransi, dan bahan bakar, serta penurunan suplai dari Nigeria.

>>> BPIP Bantah Diskriminasi Seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan

Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pun naik menjadi US$ 3.511 per MT.

Sementara itu, HPE untuk komoditas produk kulit, keping kayu (chipwood), kayu olahan jenis sungkai, dan kayu olahan khusus jenis merbau tidak mengalami perubahan.

Komoditas getah pinus periode Juni 2026 dipatok US$ 980 per MT, naik 6,99% dari Mei 2026.

Kenaikan HPE juga terjadi pada kayu veneer hutan alam dan tanaman, serta kayu olahan berluas penampang 1.000–4.000 mm² untuk jenis meranti, merbau, rimba campuran, eboni, akasia, sengon, balsa, dan eukaliptus.

Penurunan harga terjadi pada HPE kayu lapis untuk kotak kemasan, kayu keping, serta kayu olahan dari jenis jati, pinus, gmelina, dan karet.

>>> Cara Cek BPNT 2026 Lewat HP dan Syarat Penerimanya

Seluruh ketentuan ini telah disahkan melalui Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1414 Tahun 2026.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru