Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) membantah adanya diskriminasi dalam seleksi calon anggota Paskibraka tingkat nasional di Sulawesi Selatan.
Bantahan ini disampaikan setelah BPIP mengirimkan tim khusus untuk melakukan verifikasi langsung di lapangan.
>>> Greenpeace Ungkap Miliaran Dolar Emas Ilegal Diekstraksi dari Amazon
Wakil Kepala BPIP Rima Agristina menegaskan tidak ada tindakan diskriminatif dalam proses seleksi tersebut.
"Tidak ada tindakan diskriminasi tersebut," kata Rima Agristina.
Langkah proaktif ini diambil untuk meredam rumor yang berkembang di masyarakat terkait dugaan kecurangan.
>>> Jemaah Haji Indonesia Mulai Tinggalkan Mina Menuju Makkah
"Kami justru menghimbau dengan semangat peringatan hari lahir Pancasila ini, setiap pihak diharapkan ketika mendengar suatu isu atau pemberitaan bisa melihatnya secara komprehensif," ujar Rima.
Sebelumnya, media sosial diramaikan oleh rekaman video yang menarasikan adanya pencoretan salah satu siswi yang diklaim memenuhi syarat.
Siswi tersebut disebut digantikan oleh peserta lain yang tidak lolos tahap pertama.
>>> Operator Telekomunikasi Perketat Prioritas Investasi Akibat Rupiah Melemah
Namun, hasil verifikasi tim di lapangan menunjukkan fakta yang bertolak belakang dengan narasi yang beredar.
"Justru dengan peringatan Hari Lahir Pancasila terjadi harmonisasi persatuan semuanya," kata Rima Agristina.
Panitia penyelenggara bersama pemerintah menegaskan bahwa seluruh utusan yang lolos mewakili Sulawesi Selatan merupakan peserta dengan nilai terbaik.
>>> Saham UNTR Anjlok ke Rp 22.925, Investor Asing Justru Borong
Proses penyaringan berjalan ketat melalui serangkaian tahapan yang dipimpin langsung oleh panitia pusat tanpa intervensi pemerintah daerah.