Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengungkapkan tiga skenario yang mungkin terjadi dari perundingan damai antara AS dan Iran.
Pernyataan itu disampaikan dalam Forum Ekonomi Reagan 2026.
>>> BPIP Bantah Diskriminasi Seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan
Bessent menyebut tiga opsi tersebut adalah mencapai kesepakatan, tidak mencapai kesepakatan namun tetap mempertahankan blokade, atau kembali pada tindakan militer.
Ia menilai opsi tekanan ekonomi jangka panjang akan memperburuk kondisi domestik Iran.
Departemen Keuangan AS telah menyiapkan paket sanksi tambahan dan daftar target finansial baru. Langkah ini bertujuan memperlemah posisi Iran dalam perundingan.
Kronologi Hubungan AS-Iran
Hubungan kedua negara mengalami pasang surut sepanjang 2026.
>>> Cara Cek BPNT 2026 Lewat HP dan Syarat Penerimanya
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan udara ke target strategis di Iran, memicu kerusakan infrastruktur dan korban sipil.
Gencatan senjata darurat selama dua pekan disepakati pada 7 April. Perundingan lanjutan di Islamabad, Pakistan, sejak Maret hingga Mei berakhir buntu.
AS kemudian memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan utama Iran.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi adanya kemajuan perundingan, meski isu utama seperti program nuklir Iran dan pembukaan Selat Hormuz belum terselesaikan.
Sanksi ekonomi AS kini meluas hingga pembekuan total aset Iran di luar negeri.
>>> Greenpeace Ungkap Miliaran Dolar Emas Ilegal Diekstraksi dari Amazon
Tujuannya memotong pendanaan proksi militer Iran di Timur Tengah dan memaksa Teheran mengubah program pengayaan uranium.
Bagi AS, pemulihan arus dagang bebas di Selat Hormuz dan penyerahan material nuklir tingkat tinggi adalah syarat utama.
Iran menganggap pemblokiran pelabuhan sebagai pengepungan ilegal.
Saat ini, Iran memilih bertahan menghadapi sanksi finansial baru daripada menyetujui draf perjanjian yang dianggap sebagai kapitulasi sepihak.
>>> Jemaah Haji Indonesia Mulai Tinggalkan Mina Menuju Makkah
Posisi Iran diperkuat oleh poros perdagangan alternatif di Asia.