PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) memastikan tidak akan melakukan penutupan gerai Alfamart menyusul beroperasinya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Operasional dan pasokan produk ritel perseroan dilaporkan tetap berjalan normal tanpa terdampak kehadiran koperasi tersebut pada Jumat (5/6/2026).
>>> IHSG dan Rupiah Ambles ke Level Terendah di Asia
Manajemen emiten berkode saham AMRT ini memilih berfokus pada penyediaan produk kebutuhan konsumen dengan harga kompetitif serta program promosi yang relevan.
"Hingga saat ini belum ada dampak material terhadap kinerja operasional Perseroan yang disebabkan oleh kehadiran KDMP.
Sejalan dengan hal tersebut, tidak terdapat penutupan gerai yang diakibatkan oleh keberadaan KDMP," ungkap manajemen AMRT.
>>> Telkom Luncurkan AIcosystem, Integrasikan Kapabilitas AI untuk Industri dan Masyarakat
Hingga saat ini, manajemen Alfamart menyatakan belum menjalin hubungan kerja sama formal dengan pihak pengelola KDMP.
Kendati demikian, perseroan menilai daya saing usaha dalam jangka panjang bakal ditentukan oleh kualitas pelayanan terbaik kepada para pelanggan.
>>> Arab Saudi Pertimbangkan Skema Tanazul bagi Separuh Jemaah Haji Indonesia
"Perseroan tetap memandang optimis terhadap peluang pertumbuhan pasar ritel Indonesia yang masih memiliki potensi besar, khususnya di wilayah-wilayah yang belum terlayani secara optimal," tegasnya.
Kehadiran KDMP sendiri dipandang positif oleh pihak Alfamart sebagai sebuah inisiatif yang baik untuk memperkuat sektor ekonomi di pedesaan.
Manajemen menilai setiap pelaku usaha mempunyai model bisnis, segmentasi, serta target pasar berbeda yang dapat saling melengkapi kebutuhan masyarakat.
>>> Mitsubishi Pajero Sport 2018 Jadi SUV Bekas yang Menarik Minat Konsumen
Langkah penguatan posisi sebagai perusahaan ritel kini menjadi fokus utama bagi Alfamart. Strategi pertumbuhan yang berkelanjutan akan diterapkan melalui pelaksanaan digitalisasi layanan serta ekspansi usaha ke tingkat regional.