Manajemen PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) menyikapi kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan optimisme.
Keduanya menilai persaingan usaha sebagai dinamika bisnis yang wajar.
>>> Toyota Rush Juni 2026 Dibanderol Mulai Rp289 Jutaan
Pernyataan resmi disampaikan melalui keterbukaan informasi pada Jumat, 5 Juni 2026.
Strategi Alfamart dan Alfamidi
AMRT menekankan bahwa daya saing jangka panjang bergantung pada kualitas pelayanan.
“Perseroan meyakini bahwa daya saing jangka panjang juga ditentukan oleh kemampuan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” tulis manajemen AMRT.
Untuk mempertahankan posisi pasar, Alfamart akan menerapkan strategi pertumbuhan berkelanjutan.
>>> JETOUR T1 Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp388 Juta
Strategi tersebut mencakup digitalisasi layanan dan ekspansi usaha di tingkat regional.
“Strategi perseroan berfokus pada peningkatan layanan kepada pelanggan,” dikutip dari keterbukaan informasi AMRT.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan MIDI, Suantopo Po, menyatakan belum ada dampak material dari KDMP terhadap operasional Alfamidi.
“Sampai dengan saat ini belum ada dampak material terhadap kinerja operasional Perseroan yang ditimbulkan oleh kehadiran KDMP dan juga tidak terdapat penutupan gerai yang disebabkan oleh kehadiran KDMP,” kata Suantopo.
MIDI memandang setiap pelaku ritel memiliki segmentasi konsumen berbeda sehingga dapat saling melengkapi.
>>> IHSG Ambles 2,45 Persen pada Sesi I Perdagangan 5 Juni 2026
“Dari perspektif dunia usaha, setiap pelaku usaha dapat memiliki model bisnis, segmentasi dan target pasar yang berbeda sehingga dapat saling complemen dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Suantopo.
Sebagai langkah antisipasi di pedesaan, Alfamidi akan fokus pada kebersihan toko, kelengkapan produk, harga kompetitif, dan layanan pesan antar.
Hingga saat ini, belum ada komunikasi atau kerja sama strategis antara MIDI dengan pengelola KDMP.
“Sampai dengan saat ini, belum terdapat komunikasi, rencana atau penjajakan kerja sama strategis antara perseroan dengan pihak pengelola Koperasi Desa Merah Putih,” tutur Suantopo.
>>> Manipulasi Psikologis Dominasi Lonjakan Kejahatan Siber di Indonesia
Manajemen AMRT dan MIDI menegaskan fokus utama tetap pada pemenuhan kebutuhan konsumen tanpa mengaitkan ekspansi dengan keberadaan KDMP.