⌂ Beranda News Kementerian ESDM Pastikan Stok BBM Nasional Aman di Tengah Konflik Timur Tengah

Kementerian ESDM Pastikan Stok BBM Nasional Aman di Tengah Konflik Timur Tengah

Kementerian ESDM Pastikan Stok BBM Nasional Aman di Tengah Konflik Timur Tengah
SPBU Pertamina di Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam posisi aman. Pernyataan ini disampaikan pada Jumat (29/5/2026) di Jakarta Pusat.

Langkah antisipasi diambil untuk menghadapi potensi hambatan pasokan global akibat eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah. Kondisi ketahanan energi domestik dilaporkan berada di atas ambang batas aman operasional.

>>> 75 Nama Bayi Laki-laki Sunda 2 Kata Penuh Makna, Doa Terbaik untuk Buah Hati

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan batas minimal cadangan BBM nasional berkisar antara 20 hingga 23 hari. Saat ini, volume cadangan dipastikan melampaui standar minimal kelayakan operasional.

"Kalau untuk ketersediaan BBM, ini kan kita ada indikator ketersediaan cadangan operasional minimal. Ini cadangan minimal kita, cadangan yang ada saat ini jauh di atas cadangan minimal.

Jadi misalnya untuk Pertalite itu jauh di atas cadangan minimal," ujar Yuliot.

Pasokan aman tidak hanya berlaku untuk BBM bersubsidi, tetapi juga Solar CN48. BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo juga dipastikan memiliki ketersediaan yang mencukupi.

>>> Merdeka Gold Resources Mulai Pengeboran Dalam 3.600 Meter di Tambang Emas Pani

Pemerintah juga memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Keputusan ini selaras dengan kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang memproyeksikan stabilitas harga hingga akhir tahun.

"Jadi untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi, ini kan sudah disampaikan dan menurut perhitungan kita ada produksi dalam negeri yang kita dorong peningkatan.

Kilang di dalam negeri pun juga sudah kita siapkan," ujar Yuliot.

>>> Wamentan Minta Kepala Daerah Tegakkan Aturan Harga Sawit Petani

Sebelumnya, kekhawatiran stabilitas rantai pasok energi global akibat konflik Timur Tengah menjadi perhatian serius pemerintah.

Presiden Prabowo Subianto sempat mengangkat masalah ini dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris.

Kepala Negara menekankan pentingnya menjaga kondusivitas situasi politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Gangguan sekecil apa pun di wilayah tersebut dipastikan memicu efek domino terhadap pemenuhan kebutuhan energi global.

>>> Drone Rusia Tabrak Apartemen di Rumania, Dua Warga Terluka

"Saya sependapat dengan Presiden Macron bahwa stabilitas Timur Tengah sangat penting dan akan berdampak langsung pada kondisi energi dunia dan rantai pasok global," ujar Prabowo.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru