⌂ Beranda News Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Meski Dolar Menguat

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Meski Dolar Menguat

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Meski Dolar Menguat
Ilustrasi harga BBM subsidi di tengah penguatan dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar dan Pertalite tidak akan mengalami kenaikan.

Kepastian ini disampaikan di tengah lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah.

>>> Kemenimipas Berikan Remisi Lansia untuk 560 Narapidana

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan hal tersebut di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat (29/5/2026).

Penguatan dolar AS saat ini menekan rupiah hingga berada di kisaran Rp 17.800-an.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar dolar AS sempat menguat ke level Rp 17.853 pada pukul 09.12 WIB.

Sebelumnya, dolar sedikit melemah ke posisi Rp 17.836,5.

Langkah Pemerintah Stabilkan Harga

Pemerintah mengambil langkah penstabilan harga energi melalui optimalisasi kapasitas pengolahan di dalam negeri. Produksi domestik juga terus ditingkatkan untuk meredam dampak volatilitas mata uang asing.

>>> MediaTek Luncurkan Dimensity 7500 untuk Ponsel Kelas Menengah

"Jadi untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi, ini kan sudah disampaikan dan ini menurut perhitungan kita kan ada produksi dalam negeri yang kita dorong itu peningkatan.

Kilang di dalam negeri pun itu juga kita juga sudah siapkan," ujar Yuliot.

Kebijakan ini sejalan dengan komitmen Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi hingga akhir tahun.

Ketetapan itu berlaku meskipun harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) mengalami fluktuasi.

Bahlil sebelumnya menjelaskan bahwa pergerakan harga minyak mentah dunia dari Januari hingga pertengahan Mei masih dalam batas asumsi pemerintah.

"Rata-rata ICP kita sekarang itu kurang lebih sekitar US$ 80, 80-81 terhitung dari Januari sampai sekarang," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM pada Selasa (19/5/2026).

>>> Pakar Pendidikan Kritik Instruksi Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis di Sekolah

Ia menambahkan bahwa realisasi ICP belum menyentuh estimasi tertinggi yang dikhawatirkan. Alokasi subsidi pun dipastikan tetap aman tanpa perubahan tarif bagi masyarakat.

"Jadi belum sampai US$ 100 lah, dan belum ada kenaikan, tidak akan naik Insyaallah ya doain ya, tidak akan kita naikkan subsidi BBM," sambung Bahlil.

Di sektor kelistrikan, Kementerian ESDM belum memberikan kepastian mengenai penyesuaian tarif listrik. Pemerintah berupaya memperkokoh sistem kelistrikan nasional melalui program transisi energi.

Upaya kemandirian energi diwujudkan dengan percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt. Penghentian operasional pembangkit listrik bertenaga diesel juga dilakukan secara bertahap.

"Berarti ini ada penguatan kelistrikan juga karena dari energi baru terbarukan itu juga tidak ada dampak terhadap ini kebutuhan BBM dan juga terkait dengan pengadaan gasnya.

>>> Polisi Tangkap Perampok Nenek di Kudus Akibat Obeng Tertinggal

Justru ini lebih andal dan juga ini kita mengurangi penggunaan (energi fosil) dan juga ya walaupun ada fluktuasi Rupiah ini tidak akan terganggu ketersediaan energi listrik khususnya," ujar Yuliot.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru