Banyak orang menganggap kebiasaan tidur yang tidak konsisten sebagai hal biasa. Namun, para ahli jantung mengingatkan bahwa pola tidur tidak teratur dapat membahayakan kesehatan sistem kardiovaskular.
Dampak pada Ritme Sirkadian
Hampir setiap organ tubuh beroperasi mengikuti ritme sirkadian. Jam internal 24 jam ini mengatur fungsi vital seperti suhu tubuh, pelepasan hormon, dan siklus tidur.
>>> Perangkat Desa Sidodadi Mengundurkan Diri Usai Digerebek Warga di Toilet
Kesehatan sirkadian menunjukkan seberapa baik jam internal tubuh berfungsi dan selaras dengan siklus siang-malam. Penyelarasan ini menentukan kapan seseorang merasa mengantuk atau terjaga.
Ritme biologis mudah terganggu oleh faktor eksternal seperti paparan cahaya di malam hari atau aktivitas merawat bayi tengah malam.
Ketika ritme tidak selaras, jantung langsung merasakan dampak negatif.
Ahli kardiologi Douglas Zuckermann, MD, menjelaskan bahwa tubuh kehilangan waktu pemulihan penting jika tidak mendapatkan tidur cukup.
Hal ini meningkatkan hormon stres, tekanan darah saat tidur, dan peradangan yang memberi tekanan ekstra pada jantung dan pembuluh darah.
Jika terus terjadi, jantung akan bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi serta penyakit jantung.
Ahli kardiologi Cynthia A.
Kos, DO, FACC, menambahkan bahwa jadwal tidur tidak teratur mengganggu jam biologis utama yang mengatur detak jantung dan tekanan darah.
>>> Komdigi Terapkan Registrasi SIM Card Pakai Face Recognition Mulai 1 Juli 2026
Gangguan ini meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik, membuat tubuh dalam keadaan 'bertarung atau lari' yang meningkatkan stres pada jantung.
Tekanan Darah Gagal Menurun di Malam Hari
Penelitian medis menemukan hubungan erat antara gangguan tidur dan tekanan darah tinggi. Cynthia A.
Kos menyatakan bahwa jadwal tidur tidak teratur mencegah tekanan darah menurun secara alami di malam hari.
Kondisi ini menyebabkan tingkat tekanan darah rata-rata lebih tinggi. Tekanan konstan ini membebani arteri dan memicu risiko penyakit jantung.
Ahli kardiologi Caroline Ball, MD, FACC, menjelaskan bahwa penurunan tekanan darah saat tidur adalah bagian dari ritme sirkadian alami.
Pasien yang tidak mengalami penurunan tekanan darah berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular.
Metabolisme Tubuh Terganggu
Jadwal tidur berantakan berdampak buruk pada kebiasaan sehari-hari, termasuk waktu dan jenis makanan. Saat kekurangan tidur, seseorang cenderung mengonsumsi minuman atau camilan berkalori tinggi demi energi instan.
Kurang tidur juga memengaruhi kepatuhan terhadap kebiasaan sehat jantung. Lebih sulit membuat pilihan makanan baik dan berolahraga secara teratur saat lelah.
>>> Ledakan Roket New Glenn Ancam Program Pendaratan Bulan NASA
Caroline Ball menambahkan bahwa tidur tidak teratur mengacaukan metabolisme tubuh. Hal ini memengaruhi cara sistem biologis memproses gula dan mengontrol nafsu makan.
Studi ilmiah menunjukkan keteraturan tidur rendah berkaitan erat dengan tekanan darah tinggi, sindrom metabolik, dan indeks massa tubuh lebih tinggi.
Semua faktor ini meningkatkan risiko sakit jantung.
Memicu Peradangan Kronis
Cynthia A. Kos menjelaskan bahwa waktu tidur tidak teratur bisa memicu peradangan kronis.
Kondisi ini menjadi faktor kunci dalam perkembangan aterosklerosis atau penumpukan plak di arteri.
Ketidakstabilan durasi dan waktu tidur berkorelasi dengan beban aterosklerosis lebih tinggi pada pembuluh darah.
Douglas Zuckermann menambahkan bahwa kurang tidur mengganggu keseimbangan hormon, meningkatkan peradangan, dan mengganggu metabolisme glukosa. Semua ini membebani sistem kardiovaskular dan berkontribusi pada perkembangan penyakit.
Ia juga mengingatkan bahwa durasi tidur terlalu lama tidak baik.
>>> ChatGPT Alami Gangguan Global, Pengguna Kesulitan Login dan Akses Layanan
Kebiasaan tersebut dapat mengganggu metabolisme dan ritme sirkadian, memperburuk regulasi glukosa darah, memicu tekanan darah tinggi, serta meningkatkan peradangan yang memicu penyakit jantung.