Layanan kecerdasan buatan ChatGPT milik OpenAI dilaporkan mengalami gangguan massal secara global pada Jumat, 29 Mei 2026.
Gangguan ini menyebabkan pengguna kesulitan mengakses obrolan, masuk ke akun, hingga mendaftarkan akun baru.
>>> WNI Bebas Visa ke Korea Selatan Mulai 28 Mei 2026, Khusus Rombongan
Masalah tersebut terdeteksi di berbagai negara, termasuk gangguan signifikan di sejumlah kota besar India seperti New Delhi, Mumbai, Hyderabad, dan Bengaluru.
Pengguna global serta basis pengembang yang memanfaatkan fitur berbasis Codex juga terdampak oleh kendala teknis ini.
Pihak pengembang langsung memberikan konfirmasi melalui halaman status resmi mereka.
"Saat ini kami sedang mengalami masalah," tulis OpenAI di laman web mereka.
>>> Rupiah Terperosok ke Rp 14.000 per Dolar Singapura, Melemah Juga terhadap Dolar AS
Perusahaan teknologi tersebut juga menambahkan rincian mengenai dampak langsung yang dirasakan pengguna di seluruh dunia.
"Pengguna mungkin akan menghadapi masalah saat memakai ChatGPT, login, atau membuat akun baru," tulis OpenAI.
Berdasarkan data dari situs pemantau independen Downdetector, grafik laporan kegagalan sistem mulai melonjak tajam pada pukul 09.57 WIB dengan 125 keluhan.
Jumlah tersebut merangkak naik dalam hitungan menit hingga menyentuh angka 315 laporan pada pukul 10.12 WIB.
Lembaga pemantau jaringan itu mengonfirmasi adanya indikasi masalah teknis yang terpusat pada server platform kecerdasan buatan tersebut.
>>> PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk Ekspansi Infrastruktur Digital 2026
"Laporan pengguna mengindikasikan kemungkinan ada problem di OpenAI," kata Downdetector.
Secara rinci, persentase keluhan yang masuk ke Downdetector menunjukkan bahwa mayoritas kendala utama terdapat pada akses masuk ke platform digital tersebut.
Sebanyak 88 persen pengguna melaporkan tidak bisa mengakses layanan ChatGPT, 6 persen kendala membuka website, dan 3 persen sisanya tidak bisa membuka chatbot versi web.
Sebelum insiden global ini, OpenAI sempat mengalami masalah peningkatan latensi dan error pada API mereka pada 27 Mei 2026.
>>> Rupiah Anjlok ke Level Terendah Sepanjang Masa Akibat Volatilitas Tinggi
Berdasarkan laporan Android Authority dan 9to5Mac, gangguan performa lambat pada hari itu akhirnya berhasil diatasi sepenuhnya oleh tim teknis setelah mitigasi dilakukan.